Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Startup Barat 'Operasi' Model AI Tiongkok: Kalibrasi Nilai dan Keamanan Tanpa Censorship

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: Rest of World Tech
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Startup Barat 'Operasi' Model AI Tiongkok: Kalibrasi Nilai dan Keamanan Tanpa Censorship
BAGIKAN:

Perusahaan startup di Amerika Serikat kini aktif melakukan kalibrasi ulang model *open-weight* buatan Tiongkok, seperti DeepSeek dan Alibaba, untuk menyelaraskannya dengan standar keamanan dan nilai-nilai Barat. Langkah ini dipelopori oleh **Ben Luria**, pendiri **Hirundo**, yang menyebut proses tersebut sebagai 'neurosurgery' digital untuk menghilangkan bias negara dan meningkatkan keamanan siber model tersebut.

Model AI Tiongkok semakin diminati di Barat karena biaya operasional yang rendah dan kemampuannya yang kompetitif, bahkan mendominasi unduhan di platform Hugging Face. Namun, kerhawatian muncul terkait potensi *censorship* dan bias ideologis yang tertanam dalam arsitektur modelnya. Untuk mengatasi hal ini, Hirundo mengubah bobot model agar lebih aman terhadap serangan siber dan mengurangi informasi berbahaya seperti resep senjata biologis.

Modifikasi Teknis dan Temuan Keamanan

Pendekatan ini bukan hanya teori. Studi dari **CrowdStrike** menunjukkan bahwa prompt pada topik sensitif politik Tiongkok menghasilkan kode dengan kerentanan keamanan serius hingga 50% lebih tinggi. Analisis Hirundo terhadap model Qwen Alibaba mengonfirmasi bahwa model tersebut tidak mengakui peristiwa sensitif seperti pembantaian Tiananmen 1989 atau isu tenaga kerja paksa di Xinjiang. Setelah 'realignment', model mampu memberikan perspektif yang seimbang, setara dengan standar ChatGPT atau Claude.

  • Model Tiongkok hanya tertinggal 3% dari sistem tertutup AS dalam skor benchmark.
  • Perusahaan seperti Airbnb dan Uber telah membangun model proprietary di atas model Tiongkok.
  • Uni Eropa sedang mengembangkan model OpenEuroLLM berdasarkan Qwen.
  • Pemerintah AS melarang agensi sipil menggunakan DeepSeek karena ancaman keamanan nasional.

Dampak Industri dan Kontroversi Etika

Di sisi lain, **Lazarus AI** berhasil menghapus sensor wajib pada model Qwen menggunakan panduan *censorship* yang bocor, memvalidasi pengetahuan tersembunyi di dalam model. Meskipun efektif, para ahli seperti **Oriane Peter** dari King's College London memperingatkan bahwa menyelaraskan model dengan 'nilai Barat' adalah standar yang mustahil dicapai karena aligmen harus kontekstual. Pengguna biasa dilaporkan tidak terpengaruh oleh isu *censorship* ini dalam tugas sehari-hari, menyoroti paradoks antara kebutuhan industri regulatif dan realitas penggunaan praktis model AI di berbagai yurisdiksi.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸