Samsung Catat Laba Operasional Rekor Rp1.450 Triliun, Sektor Memori AI Jadi Pendorong Utama

Samsung Electronics baru saja menorehkan sejarah dengan mencetak laba operasional kuartalan sebesar 107,4 triliun Won (sekitar Rp1.450 triliun), pencapaian tertinggi dalam sejarah perusahaan tersebut. Puncak kinerja ini dipicu oleh lonjakan permintaan pasar terhadap produk memori HBM4 dan unit penyimpanan server SSD yang krusial bagi infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) global. Dengan pertumbuhan pendapatan kuartalan sebesar 14 persen, Samsung menjadi perusahaan teknologi pertama di dunia yang berhasil melampaui ambang batas laba operasional 100 triliun Won.
Kinerja megah ini menjadikan Samsung sebagai pemimpin pasar yang semakin jauh meninggalkan kompetitor, mengingat industri memori global diperkirakan akan terus menghadapi defisit pasokan hingga tahun depan.
Divisi Device Solutions Jadi Motor Penggerak Pendapatan
Secara rinci, divisi Device Solutions (DS) yang membawahi bisnis chip memori membuktikan diri sebagai mesin utama pertumbuhan perusahaan. Divisi ini membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 147,1 triliun Won (Rp1.987 triliun) dengan laba operasional mencapai 106,5 triliun Won (Rp1.438 triliun), yang hampir menyamai total laba operasional perusahaan. Untuk memperkuat kapasitas produksi guna memenuhi permintaan AI yang melonjak, Samsung mendongkrak belanja modal kuartalannya menjadi 29 triliun Won (Rp391,7 triliun), di mana alokasi terbesar senilai 27,2 triliun Won diserap langsung oleh divisi DS.
Berikut rincian kinerja keuangan utama Samsung kuartal ini:
- Divisi Device Solutions (DS): Pendapatan 147,1 triliun Won, Laba Operasional 106,5 triliun Won.
- Divisi Mobile eXperience (MX) & Jaringan: Pendapatan 37,7 triliun Won, namun masih mencatat kerugian operasional 0,6 triliun Won.
- Belanja Modal (CapEx): Total 29 triliun Won, dengan 27,2 triliun Won dialokasikan ke divisi DS.
Strategi Dividen Besar dan Pelangsuran Bisnis Seluler
Di sisi perangkat keras konsumen, divisi seluler Mobile eXperience (MX) dan jaringan masih menghadapi tantangan dengan mencatat kerugian operasional, meskipun pendapatan mereka tetap stabil di angka 37,7 triliun Won. Samsung meyakini lini perangkat seluler akan pulih pada kuartal mendatang berkat peluncuran ponsel flagship seperti Galaxy Z Fold8, Z Fold8 Ultra, dan seri Galaxy S26. Di luar sektor memori, bisnis foundry (Samsung LSI) juga menunjukkan prospek positif dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan dua digit, didorong oleh pesanan chip 2nm dan 4nm NPU serta rencana beroperasinya pabrik baru di Taylor, Texas pada tahun depan.
Sebagai komitmen kepada investor, Samsung mengumumkan pembagian dividen tunai kuartal ketiga sebesar 4.601 Won per saham, dengan total keseluruhan mencapai 30 triliun Won (Rp405,3 triliun). Perusahaan ini menargetkan pengembalian nilai bagi pemegang saham sebesar 90 hingga 110 triliun Won pada tahun 2026, menegaskan bahwa transformasi menuju pemimpin infrastruktur AI akan menjadi fondasi utama nilai saham perusahaan ke depannya.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Mercedes-Benz Resmi Luncurkan E-Class Baru di Tiongkok dengan Kokpit AI Didukung Model Doubao

Apple Luncurkan Uji Coba 'Audio Intelligence' untuk Apple Watch: Fitur AI Bisa Unggkap Ulang Percakapan dan Buat Catatan Otomatis

DeepSeek Hadirkan Creator Mode: Bangun Plugin Kustom Lewat Percakapan Alami
