⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

AS Lelang 28 Juta Ha Dasar Laut Pasifik: Benturan Lingkungan & Persaingan Mineral Strategis

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

AS Lelang 28 Juta Ha Dasar Laut Pasifik: Benturan Lingkungan & Persaingan Mineral Strategis
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Marine Mineral Administration (MMA) mengusulkan lelang hak eksplorasi mineral di 28 juta hektare laut dalam dekat Palung Mariana.
  • Pemerintah KepulauanMarianaUtara dan Guam menolak keras, menyoroti risiko ekologi dan sosial.
  • Gugatan lingkungan di SamoaAmerika menambah tekanan hukum pada kebijakan Washington‑Beijing atas mineral strategis.

Washington kembali menguji batas kebijakan luar‑negeri dengan mengusulkan penyewaan dasar laut seluas 28 juta hektare di lepas pantai KepulauanMarianaUtara dan Guam. Proposal ini, yang dikeluarkan oleh MarineMineralAdministration (MMA) di bawah Departemen Dalam Negeri AS, menargetkan zona mineral strategis di sekitar Palung Mariana – salah satu kedalaman laut terdalam di dunia.

Gubernur DavidApatang dari Kepulauan Mariana Utara menegaskan bahwa pemerintahannya akan meninjau proposal dalam 60 hari dengan “studi dasar ilmiah yang ketat, transparansi penuh, serta perlindungan yang jelas bagi sumber daya laut”. Sementara itu, Wakil Gubernur JoshuaTenorio dari Guam menolak keras, menyoroti bahwa “keamanan nasional tidak boleh mengorbankan lingkungan sebelum dampaknya dipahami secara menyeluruh”.

Penolakan serupa muncul di SamoaAmerika, di mana Gubernur Nikolau Pula memperingatkan ancaman bagi industri tuna – tulang punggung ekonomi wilayah. Pada 19 Agustus, kelompok lingkungan Fa'asao Ameika Samoa dan Conservation Council for Hawaii mengajukan gugatan di pengadilan Hawaii, menuduh MMA belum melakukan evaluasi dampak ekosistem yang memadai.

Di balik persaingan geopolitik antara Washington dan Beijing untuk mengamankan mineral kritis (kobalt, nikel, tanah jarang), lelang ini menimbulkan pertanyaan besar bagi investor: apakah potensi nilai mineral dapat menutupi risiko regulasi, litigasi, dan kerusakan lingkungan yang dapat menurunkan nilai aset jangka panjang? MMA mengklaim telah menyelesaikan kajian lingkungan, namun masih membuka ruang bagi masukan dari pemangku kepentingan.

Analisis Pakar

Secara makroekonomi, kebijakan lelang dasar laut ini mencerminkan upaya Amerika Serikat mengurangi ketergantungan pada rantai pasok China untuk mineral strategis. Namun, strategi “hard‑asset” di wilayah laut dalam menimbulkan eksternalitas negatif yang belum terukur. Jika litigasi lingkungan berlanjut, biaya kepatuhan dan penundaan operasional dapat melipatgandakan CAPEX proyek penambangan laut, mengurangi IRR yang awalnya diproyeksikan menarik bagi investor institusional.

Selain itu, kawasan Pasifik memiliki nilai ekonomi tidak hanya dari mineral, melainkan juga dari sektor perikanan, pariwisata, dan ekosistem yang mendukung keamanan pangan regional. Mengabaikan nilai non‑market ini dapat menimbulkan kerugian sosial‑ekonomi yang jauh melebihi potensi pendapatan mineral. Pemerintah daerah seperti Guam dan KepulauanMarianaUtara memiliki hak atas sumber daya laut menurut UNCLOS, meski status politik mereka berbeda.

Dari perspektif investasi, perusahaan tambang yang ingin masuk harus menyiapkan strategi ESG yang komprehensif, termasuk rencana mitigasi sedimentasi, kebisingan, dan potensi kontaminasi logam berat. Kegagalan dalam hal ini tidak hanya berisiko denda, tetapi juga dapat memicu boikot konsumen dan penurunan reputasi di pasar global yang semakin menuntut keberlanjutan.

Terakhir, dinamika geopolitik antara AS dan China menambah ketidakpastian. Jika China mempercepat program penambangan lautnya di wilayah Laut China Selatan, Amerika Serikat mungkin akan meningkatkan tekanan politik untuk mempercepat lelang ini, meski belum ada konsensus domestik. Investor sebaiknya menunggu kejelasan regulasi dan hasil litigasi sebelum menempatkan modal signifikan di sektor ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa tujuan utama lelang dasar laut 28 juta hektare?
    A: Memperoleh akses ke mineral strategis seperti kobalt, nikel, dan tanah jarang yang dibutuhkan industri teknologi dan pertahanan Amerika Serikat.
  • Q: Mengapa pemerintah daerah di Pasifik menolak proposal ini?
    A: Karena kekhawatiran akan dampak lingkungan, kerusakan ekosistem laut, serta potensi ancaman terhadap mata pencaharian tradisional seperti perikanan.
  • Q: Bagaimana risiko hukum dapat mempengaruhi investor?
    A: Gugatan lingkungan dapat menunda atau membatalkan izin, meningkatkan biaya kepatuhan, dan menurunkan nilai proyek bagi investor yang mengandalkan jangka panjang.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸