Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kebakaran 8.900 Ha di Kalimantan Selatan Guncang Operasional Bandara, BNPB Gerakkan 9.800 Personel

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kebakaran 8.900 Ha di Kalimantan Selatan Guncang Operasional Bandara, BNPB Gerakkan 9.800 Personel
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Lebih dari 8.900 hektar lahan terbakar di Kalimantan Selatan sejak 21 Agustus.
  • BNPB mengerahkan sekitar 9.800 personel gabungan, termasuk 9 helikopter, untuk memadamkan api di zona Ring 1 yang mengancam Bandara Syamsudin Noor.
  • Strategi pemadaman meliputi penyekatan darat, operasi udara, dan persiapan bandara alternatif di Tabalong.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menempatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan sebagai prioritas utama setelah kabut asap menebar di sekitar bandara internasional. Direktur Koordinasi Penanganan Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, mengonfirmasi bahwa hingga kini sekitar 9.800 personel—dari TNI, Polri, Manggala Agni, hingga relawan—telah dikerahkan untuk memadamkan dan mendinginkan lahan yang terbakar.

Fokus utama berada pada zona Ring 1, yang meliputi wilayah Kota Banjar, Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut. Titik panas di area ini mengancam visibilitas serta jadwal penerbangan di Bandara Syamsudin Noor. Untuk mengatasi hal tersebut, BNPB menurunkan sembilan helikopter yang berperan dalam patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemboman air.

Personel darat berupaya melakukan penyekatan agar api tidak meluas ke hutan lindung atau pemukiman warga. Selain itu, BNPB sedang memetakan penggunaan bandara alternatif di Tabalong—sebelumnya bandara Pertamina—sebagai basis logistik untuk mempercepat mobilisasi unit pemadam bila kebakaran kembali menguat.

Meski laporan lapangan menunjukkan penurunan intensitas, Djohan menekankan pentingnya terus melakukan pendinginan untuk memastikan titik panas benar‑benar padam dan tidak kembali menyala akibat perubahan arah angin.

Analisis Pakar

Secara makroekonomi, kebakaran hutan berskala ini menimbulkan externalities negatif yang signifikan. Dampak langsung pada sektor transportasi udara—termasuk penurunan kapasitas bandara, penundaan penerbangan, dan potensi penurunan kunjungan bisnis—bisa menggerus pendapatan daerah yang sangat bergantung pada konektivitas logistik. Selain itu, kabut asap menurunkan produktivitas tenaga kerja di wilayah perkotaan, memperburuk kualitas hidup, dan meningkatkan beban kesehatan publik.

Dari perspektif kebijakan, respons cepat BNPB dengan mengerahkan hampir 10.000 personel menunjukkan koordinasi lintas lembaga yang kuat, namun menyoroti kebutuhan investasi jangka panjang pada pencegahan. Penguatan sistem deteksi dini, penegakan hukum terhadap pembakaran lahan ilegal, dan program reboisasi berbasis pasar karbon dapat mengurangi frekuensi kejadian serupa.

Investor harus memperhatikan risiko operasional di sektor-sektor yang bergantung pada infrastruktur transportasi di Kalimantan Selatan. Perusahaan logistik, maskapai penerbangan regional, serta industri pariwisata harus menyiapkan contingency plan, termasuk asuransi kebakaran dan diversifikasi rute. Di sisi lain, peluang muncul bagi perusahaan penyedia layanan pemadam kebakaran, teknologi pemantauan satelit, dan solusi mitigasi asap—sektor yang kini mendapat sorotan pemerintah.

Terakhir, kebakaran ini menegaskan pentingnya integrasi kebijakan lingkungan dalam agenda pembangunan ekonomi. Tanpa penanganan yang holistik, biaya sosial‑ekonomi dari karhutla dapat melampaui manfaat jangka pendek dari konversi lahan menjadi perkebunan atau tambang. Pemerintah daerah dan pusat perlu mengkaji kembali insentif bagi praktik pertanian berkelanjutan serta memperkuat mekanisme kompensasi bagi komunitas terdampak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa luas area yang terbakar di Kalimantan Selatan?
    A: Sekitar 8.900 hektar sejak 21 Agustus 2026.
  • Q: Apa dampak kebakaran terhadap operasional Bandara Syamsudin Noor?
    A: Kabut asap mengurangi visibilitas, menunda penerbangan, dan memaksa penggunaan helikopter untuk pemadaman.
  • Q: Bagaimana BNPB mengatasi kebakaran ini?
    A: Dengan mengerahkan 9.800 personel, 9 helikopter, penyekatan darat, serta persiapan bandara alternatif di Tabolong.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸