Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Britain Urges Muslims and Asian Communities to Slash Water Use: One‑Litre Wudu Test Saves Up to 55 Litres Daily

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Britain Urges Muslims and Asian Communities to Slash Water Use: One‑Litre Wudu Test Saves Up to 55 Litres Daily
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Regulator air Inggris Ofwat meluncurkan kampanye hemat air bagi umat Muslim dan warga Asia.
  • Uji coba di Cambridge mengajarkan penggunaan satu liter air untuk wudhu , berpotensi menghemat hingga 55 liter per orang per hari.
  • Kolaborasi melibatkan SouthStaffordshireWater , CambridgeCentralMosque , dan Fakultas Teologi Universitas Cambridge.

Ringkasan Singkat

  • Regulator air Inggris Ofwat meluncurkan kampanye hemat air bagi umat Muslim dan warga Asia.
  • Uji coba di Cambridge mengajarkan penggunaan satu liter air untuk wudhu, berpotensi menghemat hingga 55 liter per orang per hari.
  • Kolaborasi melibatkan SouthStaffordshireWater, CambridgeCentralMosque, dan Fakultas Teologi Universitas Cambridge.

Regulator industri air Inggris, Ofwat, pada Jumat (21/8) mengeluarkan pernyataan yang menekankan pentingnya penghematan air di kalangan komunitas beragama dan etnis. Inisiatif ini merupakan bagian dari program "water efficiency in faith and diverse communities" yang didanai oleh Ofwat sendiri.

Dalam rangka menguji efektivitas program, SouthStaffordshireWater bekerja sama dengan Fakultas Teologi Universitas Cambridge serta Cambridge Central Mosque, masjid ramah lingkungan pertama di Inggris. Hasil percobaan di Cambridge menunjukkan bahwa bila umat Muslim membatasi penggunaan air untuk wudhu hanya satu liter, potensi penghematan dapat mencapai 55 liter per orang per hari.

Data Ofwat mengindikasikan bahwa sebagian besar Muslim di Inggris menghabiskan hingga 12 liter air untuk melaksanakan wudhu lima kali sehari. Dengan populasi Muslim yang signifikan, penghematan skala nasional dapat memberikan dampak besar pada ketahanan air negara.

Analisis Pakar

Langkah Ofwat untuk menargetkan praktik keagamaan dalam upaya konservasi air mencerminkan pendekatan yang semakin umum: mengintegrasikan nilai‑nilai budaya ke dalam kebijakan lingkungan. Dari perspektif hubungan internasional, kebijakan semacam ini dapat meningkatkan citra Inggris sebagai negara yang mengedepankan keberlanjutan sekaligus menghormati pluralitas agama, sebuah sinyal positif bagi komunitas Muslim global.

Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada penyediaan informasi, melainkan pada perubahan perilaku yang berkelanjutan. Penggunaan satu liter air untuk wudhu menantang tradisi lama yang menganggap aliran air terus‑menerus sebagai simbol kesucian. Oleh karena itu, peran Cambridge Central Mosque sebagai pelopor masjid ramah lingkungan sangat krusial; ia dapat menjadi contoh praktis bagi masjid lain di seluruh negeri.

Di sisi lain, permintaan penghematan kepada warga keturunan Asia secara lebih luas menimbulkan pertanyaan tentang keadilan distribusi beban. Apakah kebijakan ini secara tidak sengaja menstigmatisasi kelompok etnis tertentu? Penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa pesan yang disampaikan bersifat inklusif dan tidak menimbulkan persepsi diskriminatif.

Secara ekonomi, penghematan 55 liter per orang per hari dapat mengurangi beban pada infrastruktur air, menurunkan biaya operasional, dan memperpanjang umur sumber daya air yang semakin tertekan oleh perubahan iklim. Jika skala nasional tercapai, manfaatnya tidak hanya bersifat lingkungan tetapi juga fiskal, memberikan ruang bagi investasi pada teknologi pengolahan air yang lebih canggih.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Ofwat menargetkan wudhu dalam kampanye hemat air?
    A: Karena praktik wudhu melibatkan aliran air yang berkelanjutan dan melibatkan jutaan orang, sehingga potensi penghematan skala besar sangat signifikan.
  • Q: Bagaimana cara masyarakat Muslim mengurangi penggunaan air saat wudhu?
    A: Dengan menggunakan wadah berkapasitas satu liter, menutup keran saat menggosok, dan mengadopsi teknik “dry ablution” bila memungkinkan.
  • Q: Apakah program ini akan diterapkan di seluruh Inggris?
    A: Saat ini masih dalam fase pilot, namun jika hasilnya positif, Ofwat berencana memperluasnya ke wilayah lain dan melibatkan lebih banyak komunitas agama.
Meow! Tanya Nesi!
😸