Skandal Penyewaan Tentara Bayaran Israel oleh UEA untuk Memburu Aktivis Muslim di London – Fakta di Balik Operasi Rahasia
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Golan, pendiri Spear Operations Group , menawarkan hingga £100.000 untuk mengatur pertemuan dengan Altikriti, menimbulkan kekhawatiran akan potensi operasi pembunuhan.
- Pihak berwenang Inggris menanggapi dengan peringatan keamanan, sementara Uni Emirat Arab menolak tuduhan bahwa pemerintahnya memberi perintah pembunuhan.
- Penawaran tersebut disertai dengan dalih palsu, termasuk klaim bahwa pertemuan itu bersifat “negosiasi” atau “mediasi”.
Ringkasan Singkat
- Investigasi ITV mengungkap bahwa seorang mantan anggota Legiun Asing Prancis, Abraham Golan, melakukan perjalanan ke London pada Desember 2016 dengan dana dari Abu Dhabi untuk memantau aktivis Muslim Inggris, Anas Altikriti.
- Golan, pendiri Spear Operations Group, menawarkan hingga £100.000 untuk mengatur pertemuan dengan Altikriti, menimbulkan kekhawatiran akan potensi operasi pembunuhan.
- Pihak berwenang Inggris menanggapi dengan peringatan keamanan, sementara Uni Emirat Arab menolak tuduhan bahwa pemerintahnya memberi perintah pembunuhan.
London, 21 Agustus 2026 – Sebuah laporan investigatif yang ditayangkan oleh ITV pada Kamis (20/8) menyoroti jaringan kompleks yang melibatkan Uni Emirat Arab (UEA), mantan tentara asing, dan perusahaan keamanan swasta dalam upaya memantau serta kemungkinan menargetkan aktivis Muslim terkemuka di Inggris, Anas Altikriti. Dokumen yang diperoleh ITV menunjukkan bahwa Abraham Golan, warga negara Hungaria‑Israel dan mantan anggota Legiun Asing Prancis, melakukan perjalanan ke London pada Desember 2016 dengan biaya yang didanai oleh pemerintah Abu Dhabi.
Golan, yang sebelumnya mendirikan Spear Operations Group, sebuah firma keamanan yang pernah menyalurkan veteran militer Barat ke operasi di Yaman, dilaporkan menawarkan hingga £100.000 (sekitar Rp1,8 miliar pada nilai tukar 2016) kepada seorang konsultan Inggris untuk membantu mengatur pertemuan dengan Altikriti. Penawaran tersebut disertai dengan dalih palsu, termasuk klaim bahwa pertemuan itu bersifat “negosiasi” atau “mediasi”.
Menurut dokumen, tim Golan melakukan surveilans menyeluruh terhadap Altikriti, termasuk foto rumah, kendaraan, detail tempat kerja, serta peta rute dari kediaman ke kantor. Pada satu pertemuan, seorang mantan anggota pasukan khusus Amerika Serikat yang hadir bersama Golan diduga membuat gerakan menggorok leher ketika membahas potensi ancaman terhadap Altikriti, menimbulkan kekhawatiran bahwa pemantauan tersebut dapat bereskalasi menjadi aksi pembunuhan.
Altikriti, yang dikenal sebagai aktivis, akademisi, dan kepala eksekutif Yayasan Cordoba, mengaku “sangat mual” setelah mengetahui bahwa area sekitarnya telah difoto ketika anaknya masih kecil. Polisi Inggris kemudian mengunjungi rumahnya, memperingatkan adanya ancaman potensial terhadap nyawanya, meski tidak mengungkapkan sumber atau sifat spesifik ancaman tersebut.
ITV menegaskan bahwa tidak ada bukti langsung yang mengaitkan pemerintah UEA dengan perintah pembunuhan. Namun, laporan ini muncul di tengah kampanye panjang UEA terhadap individu dan organisasi yang dianggap berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, termasuk penetapan Yayasan Cordoba sebagai organisasi terlarang pada 2014.
Selain itu, Spear Operations Group sebelumnya telah terlibat dalam program pembunuhan berbayar di Yaman, dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut menerima sekitar US$1,5 juta per bulan dari UEA untuk menargetkan lawan‑lawannya. Golan sendiri mengakui pernah menjalankan operasi pembunuhan terarah di Yaman, namun menolak memberikan komentar lebih lanjut kepada ITV. Kedutaan Besar UEA di London dan Washington, serta Kementerian Dalam Negeri Inggris, tidak memberikan respons terhadap temuan tersebut.
Analisis Pakar
Kasus ini menyoroti dinamika geopolitik yang semakin kompleks, di mana negara kaya seperti UEA menggunakan kontraktor militer swasta untuk melaksanakan operasi yang berada di luar kerangka hukum internasional. Penggunaan mantan anggota pasukan khusus dan veteran militer Barat menunjukkan bahwa jaringan keamanan global kini dapat dimobilisasi dengan cepat, mengaburkan batas antara operasi militer resmi dan aksi rahasia.
Keberadaan Abu Dhabi sebagai sponsor utama menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan luar negeri UEA yang semakin agresif terhadap organisasi yang dianggap mengancam stabilitas regional. Penetapan Yayasan Cordoba sebagai organisasi terlarang pada 2014 merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengekang pengaruh Ikhwanul Muslimin di luar Timur Tengah, namun metode yang melibatkan penyewaan tentara bayaran menandai eskalasi yang berpotensi melanggar norma internasional.
Di sisi lain, reaksi otoritas Inggris yang cepat memberikan peringatan keamanan kepada Altikriti mencerminkan kesadaran akan ancaman asimetris yang dapat muncul dari aktor non‑negara. Namun, kurangnya transparansi mengenai sumber ancaman menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan intelijen Barat dalam mengidentifikasi dan menanggulangi operasi semacam ini secara proaktif.
Secara lebih luas, kasus ini menegaskan perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap perusahaan keamanan swasta (PMC) dan peningkatan akuntabilitas internasional. Tanpa mekanisme pengawasan yang kuat, negara-negara kaya dapat terus memanfaatkan “bayaran” militer untuk melaksanakan kebijakan luar negeri yang kontroversial, menempatkan individu kritis di seluruh dunia dalam posisi rentan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah pemerintah Uni Emirat Arab secara resmi memerintahkan pembunuhan terhadap Anas Altikriti?
A: Tidak ada bukti langsung yang mengaitkan pemerintah UEA dengan perintah pembunuhan; laporan hanya menunjukkan keterlibatan kontraktor swasta yang didanai oleh Abu Dhabi. - Q: Siapa Abraham Golan dan apa hubungannya dengan operasi di Yaman?
A: Abraham Golan adalah mantan anggota Legiun Asing Prancis yang mendirikan Spear Operations Group, perusahaan keamanan yang sebelumnya terlibat dalam program pembunuhan berbayar di Yaman atas permintaan UEA. - Q: Apa langkah yang diambil oleh kepolisian Inggris setelah mengetahui ancaman terhadap Altikriti?
A: Polisi mengunjungi rumah Altikriti, memberikan peringatan keamanan, dan menyelidiki potensi ancaman, meskipun tidak mengungkapkan detail sumber atau sifat ancaman tersebut.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Korea Utara Tolak Tuduhan FBI Soal Peretasan Binance, Kim Yo Jong Sebut Klaim AS Retorika Absurd

Gelombang Besar Pemilih AS Hadiri TPS Pemilu Sela, Dinamika Politik Global Dipertaruhkan

Lukashenko Dorong Donald Trump Jadi Sekjen PBB untuk Bersihkan 'Rawa-Rawa' Organisasi
