Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Polisi Gagalkan Pengiriman 93 Kg Ganja di Medan, Dua Kurir Aceh Ditangkap dalam Aksi Kejar-kejaran

KriminalSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Polisi Gagalkan Pengiriman 93 Kg Ganja di Medan, Dua Kurir Aceh Ditangkap dalam Aksi Kejar-kejaran
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Satresnarkoba Polrestabes Medan berhasil mengamankan 93 kilogram ganja kering yang akan diedarkan di Tembung, Medan.
  • Penggerebekan berawal dari penyitaan 3 kg ganja di bantaran rel kereta api pada awal Agustus, yang membuka jaringan pengiriman dari Aceh.
  • Dua kurir berusia 30 dan 19 tahun ditangkap setelah aksi kejar-kejaran di Jalan AH Nasution; penyelidikan masih melanjutkan pemburuan pelaku lain.

Satresnarkoba Polrestabes Medan mengumumkan keberhasilan operasi yang menghentikan upaya peredaran ganja seberat 93 kilogram di kawasan Tembung, Medan, Sumatera Utara. Operasi ini berawal dari gerebek sarang narkoba di bantaran rel kereta api pada awal Agustus, ketika petugas menyita 3 kilogram ganja dan meringkus tiga tersangka.

Menurut AKBP Rafli Yusuf Nugraha, hasil penyelidikan lanjutan mengungkap rencana pengiriman dalam jumlah besar yang akan melintasi jalur darat dari Aceh menuju Medan. Tim satresnarkoba melakukan pengintaian intensif, menelusuri pergerakan kendaraan mencurigakan hingga akhirnya menandai sebuah mobil pengangkut di Jalan AH Nasution.

Ketika mobil tersebut dipaksa berhenti, para tersangka mencoba melarikan diri melalui trotoar, namun petugas berhasil menutup semua jalur pelarian dan melakukan penangkapan. Di dalam kendaraan ditemukan lima karung berisi 93 bungkus daun ganja kering. Kedua pria yang ditangkap, K (30) dan AR (19), keduanya warga Aceh, mengaku bahwa muatan itu akan disalurkan ke wilayah Tembung untuk diedarkan lebih lanjut.

Rafli menegaskan bahwa penyelidikan belum selesai. "Kami sudah mengidentifikasi jaringan yang lebih luas dan sedang melacak pelaku lain yang terlibat. Dimanapun mereka mencoba melarikan diri, kami siap mengepung dan menangkapnya," ujarnya.

Analisis Pakar

Kasus ini mengungkap betapa rapuhnya kontrol perbatasan narkotika di wilayah Sumatera. Rute yang melibatkan Aceh sebagai titik masuk dan Tembung sebagai titik distribusi menunjukkan adanya jaringan logistik yang terorganisir, bukan sekadar aksi individu. Penangkapan dua kurir tidak serta merta memutus rantai pasokan; justru menandakan bahwa otoritas masih berada dalam tahap mengumpulkan intelijen untuk menjerat otak di balik operasi ini.

Penggunaan mobil biasa dan upaya melarikan diri melalui trotoar menandakan bahwa para pelaku masih mengandalkan taktik low‑profile, menghindari jalur utama yang lebih mudah dipantau. Ini menantang aparat untuk meningkatkan kemampuan surveillance berbasis teknologi, seperti pemantauan CCTV dan analisis data lalu lintas, yang selama ini masih kurang optimal di wilayah medan‑kota.

Selanjutnya, penting bagi Polrestabes Medan untuk tidak hanya fokus pada penangkapan fisik, melainkan juga pada pemutusan aliran keuangan yang mendukung perdagangan narkoba. Penyelidikan keuangan, penyitaan aset, serta kerja sama lintas provinsi dengan task force anti‑narkotika menjadi langkah krusial untuk menurunkan insentif ekonomi para bandar.

Terakhir, kasus ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan pusat bahwa kebijakan pencegahan di tingkat akar rumput—seperti edukasi anti‑narkoba di sekolah dan program rehabilitasi bagi pengguna—harus dipercepat. Tanpa pendekatan holistik, operasi penegakan hukum akan terus berada dalam lingkaran menangkep kurir tanpa pernah menembus jaringan utama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa banyak ganja yang berhasil disita dalam operasi ini?
    A: Sebanyak 93 kilogram ganja kering, dibungkus dalam 93 paket dan disimpan dalam lima karung.
  • Q: Siapa saja yang ditangkap?
    A: Dua pria berusia 30 dan 19 tahun, keduanya warga Aceh, yang berperan sebagai kurir pengiriman.
  • Q: Apakah ada indikasi jaringan narkoba yang lebih luas?
    A: Ya, polisi menyatakan telah mengidentifikasi jaringan yang lebih besar dan masih melacak pelaku lain yang terlibat dalam rute dari Aceh ke Medan.
Meow! Tanya Nesi!
😸