Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Mesra di Jakarta: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ajak Militer China Latihan Bersama, Sinyal Geser Kiblat Pertahanan RI?

PolitikBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Mesra di Jakarta: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ajak Militer China Latihan Bersama, Sinyal Geser Kiblat Pertahanan RI?
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan resmi Menhan China, Laksamana Dong Jun, di Jakarta dengan upacara militer penuh.
  • Indonesia secara terbuka mengundang angkatan bersenjata China untuk menggelar latihan militer bersama guna mempererat kolaborasi pertahanan kedua negara.
  • Langkah diplomasi militer ini memicu analisis kritis terkait arah kebijakan luar negeri bebas-aktif Indonesia di tengah ketegangan Laut China Selatan.

Ringkasan Singkat

  • Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan resmi Menhan China, Laksamana Dong Jun, di Jakarta dengan upacara militer penuh.
  • Indonesia secara terbuka mengundang angkatan bersenjata China untuk menggelar latihan militer bersama guna mempererat kolaborasi pertahanan kedua negara.
  • Langkah diplomasi militer ini memicu analisis kritis terkait arah kebijakan luar negeri bebas-aktif Indonesia di tengah ketegangan Laut China Selatan.

JAKARTA - Langkah diplomasi militer Indonesia kembali mengambil arah yang mengejutkan publik internasional. Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, secara resmi menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Republik Rakyat China (RRC), Laksamana Dong Jun, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Jumat (21/8).

Pertemuan tingkat tinggi ini disambut dengan upacara kenegaraan militer yang khidmat. Setelah prosesi penyambutan, kedua menteri melakukan inspeksi pasukan bersama dan memberikan penghormatan khusus di depan patung proklamator RI, Bung Karno. Simbolisme sejarah ini tampaknya sengaja ditonjolkan untuk mempertegas kedekatan diplomatik yang ingin dibangun dalam pertemuan tersebut.

Namun, poin paling krusial dari pertemuan ini adalah tawaran konkret dari pihak Indonesia. Menhan Sjafrie secara terbuka mengundang angkatan bersenjata China untuk melakukan latihan bersama lintas matra. Langkah ini menandai babak baru dalam kerja sama pertahanan bilateral, di mana kedua negara sepakat untuk meningkatkan intensitas kolaborasi militer secara signifikan di masa mendatang.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis yang telah mengamati dinamika geopolitik kawasan selama puluhan tahun, saya melihat manuver Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ini bukan sekadar diplomasi rutin biasa. Mengundang Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China untuk berlatih bersama di tanah air adalah langkah berani yang sarat risiko geopolitik. Di satu sisi, Jakarta ingin menunjukkan posisi tawar yang independen, namun di sisi lain, langkah ini berpotensi mengirimkan sinyal keliru kepada sekutu tradisional barat kita, khususnya Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Indo-Pasifik.

Kita tidak boleh menutup mata bahwa Indonesia saat ini berada di pusaran konflik Laut China Selatan (LCS). Klaim sepihak sembilan garis putus-putus (nine-dash line) oleh Beijing kerap kali bersinggungan langsung dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna Utara. Membuka pintu latihan militer bersama dengan negara yang secara de facto kerap melakukan intrusi di wilayah kedaulatan maritim kita adalah sebuah paradoks pertahanan yang sangat membingungkan. Apakah ini bentuk peredaman konflik (appeasement policy) ataukah sebuah kenaifan diplomatik?

Sjafrie tampaknya melanjutkan doktrin "seribu teman, nol musuh" yang diwariskan oleh era Prabowo Subianto di Kemhan. Namun, diplomasi pertahanan harus diukur dengan kalkulasi taktis yang presisi, bukan sekadar seremonial di depan patung Bung Karno. Jika kerja sama ini tidak diimbangi dengan penguatan postur pertahanan mandiri di Natuna, kita hanya akan menjadi bidak catur dalam ambisi hegemoni China di Asia Tenggara. Transparansi mengenai batasan latihan bersama ini wajib dibuka ke publik agar tidak menimbulkan spekulasi liar.

Pada akhirnya, Indonesia harus tetap berdiri tegak di atas prinsip politik luar negeri bebas-aktif yang sejati. Kemitraan dengan China di bidang ekonomi tidak boleh ditukar dengan kompromi di sektor keamanan nasional. Menhan Sjafrie harus mampu membuktikan bahwa undangan latihan bersama ini murni untuk peningkatan kapasitas TNI, bukan sebuah konsesi politik yang melemahkan posisi tawar Indonesia di panggung global.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa tujuan utama pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Dong Jun?
A: Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral dan meningkatkan kerja sama pertahanan, termasuk rencana penyelenggaraan latihan militer bersama antar-angkatan bersenjata kedua negara.

Q: Mengapa undangan latihan militer bersama dengan China ini menuai sorotan?
A: Undangan ini disorot karena dilakukan di tengah ketegangan geopolitik di Laut China Selatan, di mana klaim maritim China kerap bersinggungan dengan wilayah ZEE Indonesia di Natuna Utara.

Q: Bagaimana sikap politik luar negeri Indonesia menyikapi kerja sama militer ini?
A: Indonesia tetap berkomitmen pada politik luar negeri bebas-aktif, mencoba menyeimbangkan hubungan keamanan baik dengan blok Barat maupun Timur tanpa memihak salah satu kekuatan besar.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ