Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Karhutla Lamandau Mengancam Gardu Induk PLN: Bupati Klaim Kendali, Namun Risiko Masih Mengintai

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Karhutla Lamandau Mengancam Gardu Induk PLN: Bupati Klaim Kendali, Namun Risiko Masih Mengintai
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Api kebakaran hutan di Lamandau meluas hingga 30‑40 hektar, hampir menyentuh gardu induk PLN dan empat titik jaringan listrik (SUTET).
  • Bupati Rizky Aditya Putra menyatakan api sudah dapat dikendalikan, namun angin kencang tetap memperpanjang durasi pembakaran.
  • Kebakaran melibatkan lahan gambut yang dalam, menambah kekhawatiran akan dampak jangka panjang bagi ekosistem dan kesehatan masyarakat.

Lamandau, Kalimantan Tengah – Pada malam Kamis (20/8), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lamandau masih berkobar, mengancam infrastruktur vital negara. Api yang melalui kawasan gambut dalam, hampir menyentuh gardu induk PLN di Kecamatan Bulik serta empat titik SUTET yang menjadi tulang punggung distribusi listrik regional.

Dalam siaran langsung lewat akun Instagram pribadinya, Rizky Aditya Putra, Bupati Lamandau sekaligus kader Partai Gerindra, memperkirakan luas area yang terbakar mencapai 30‑40 hektar. "Tadi nyaris menyerang fasilitas vital negara, yakni gardu induk di Kabupaten Lamandau dan 4 titik SUTET," ujarnya, menambahkan bahwa berkat pemantauan intensif, fasilitas‑fasilitas tersebut masih aman.

Rizky menegaskan bahwa tim pemadam sedang berupaya memadamkan sisa bara yang terus menyala akibat hembusan angin kencang. "Semoga apinya cepat padam, gardu induk terpantau sudah aman, beberapa SUTET juga alhamdulillah terpantau aman," katanya dalam video yang diunggah pada hari Jumat (21/8).

Menurut pejabat setempat, area yang terbakar merupakan lahan gambut yang dulu pernah dipakai sebagai ladang warga. Gambut yang dalam dan berpotensi menyimpan karbon dalam jumlah besar menjadi penyebab utama kebakaran yang sulit dipadamkan. "Mari kita jaga lingkungan kita, tidak ada yang membakar dulu, kondisi dari pada alam kita lagi El Nino," seru Rizky, menyinggung fenomena iklim yang memperparah kebakaran di seluruh Kalimantan.

Kebakaran serupa juga melanda wilayah Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Palangka Raya, menandakan bahwa karhutla kini menjadi krisis lintas daerah yang menuntut koordinasi antar‑instansi dan kebijakan mitigasi yang lebih tegas.

Analisis Pakar

Secara struktural, respons pemerintah daerah tampak reaktif daripada proaktif. Klaim bahwa api sudah "bisa dikendalikan" sering kali menjadi retorika politik yang menutupi kurangnya persiapan sebelumnya, terutama dalam hal penanggulangan kebakaran gambut. Lahan gambut memerlukan strategi khusus, seperti pembentukan zona anti‑kebakaran, penanaman kembali vegetasi penahan api, dan penegakan hukum yang tegas terhadap pembakaran liar.

Faktor politik juga tidak dapat diabaikan. Sebagai tokoh Gerindra, Rizky Aditya Putra berada pada posisi yang harus menyeimbangkan antara menampilkan kepemimpinan krisis dan mengamankan citra partainya. Pernyataan yang menekankan "jaga lingkungan" tanpa menyertakan rencana aksi konkret dapat dilihat sebagai upaya mengalihkan sorotan publik dari kegagalan kebijakan jangka panjang.

Lebih jauh, kebakaran ini menyoroti kegagalan koordinasi antara pemerintah provinsi, pusat, dan lembaga terkait seperti PLN serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tanpa integrasi data real‑time, pemantauan area kritis seperti gardu induk dan jaringan SUTET menjadi terhambat, meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur yang dapat memicu pemadaman listrik massal.

Terakhir, dampak kesehatan masyarakat akibat asap karhutla tidak boleh diremehkan. Partikel halus (PM2,5) yang dihasilkan dari pembakaran gambut dapat menimbulkan gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Pemerintah harus segera mengaktifkan pusat-pusat kesehatan darurat dan menyediakan masker N95 secara gratis di daerah terdampak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa luas area yang terbakar di Lamandau?
    A: Bupati Lamandau memperkirakan kebakaran meliputi sekitar 30‑40 hektar lahan dan hutan.
  • Q: Apakah gardu induk PLN dan jaringan SUTET sudah aman?
    A: Menurut pernyataan resmi, fasilitas tersebut masih terpantau aman meski api hampir menyentuhnya.
  • Q: Apa penyebab utama kebakaran di wilayah ini?
    A: Kebakaran terjadi di lahan gambut yang dalam, dipicu oleh pembakaran liar dan diperparah oleh kondisi kering akibat fenomena El Nino.
Meow! Tanya Nesi!
😸