Danantara Gandeng Gojek & Grab Dorong Motor Listrik Nasional, Hemat Rp20 Ribu per Hari Pengemudi
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ringkasan Singkat
- Danantara Indonesia melibatkan Gojek dan Grab serta perusahaan logistik untuk memetakan permintaan Motor Listrik Nasional (Molinas).
- Penghematan operasional bagi pengemudi ojek daring diproyeksikan Rp10‑20 ribu per hari, atau hingga Rp500 ribu per bulan.
- Masalah pembiayaan – suku bunga kredit motor sampai 30‑40% dan kendala SLIK OJK – akan diatasi lewat skema kredit baru yang dirancang bersama Himbara.
Managing Director Danantara Indonesia, Ardy Muawin, menegaskan bahwa Molinas bukan sekadar program penjualan motor listrik, melainkan upaya membangun ekosistem mobilitas bersih yang terintegrasi dengan platform ojek online. Dalam forum "Navigating The Challenges of The Motor Vehicle Industry" di Jakarta Pusat, Ardy memaparkan temuan bahwa biaya operasional pengemudi yang beralih ke motor listrik dapat berkurang antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per hari dibandingkan mesin bensin.
Jika dihitung secara kumulatif, seorang driver yang menghemat Rp20 ribu per hari selama 25 hari kerja akan menabung sekitar Rp500 ribu per bulan – angka yang cukup signifikan bagi pekerja lapangan. Namun, adopsi motor listrik di kalangan driver Gojek masih rendah. Hambatan teknis seperti daya angkut menanjak yang lemah dan kapasitas baterai terbatas kini mulai teratasi oleh produsen, membuka peluang pertumbuhan pasar.
Di sisi pembiayaan, perwakilan Grab mengungkapkan banyak driver kesulitan mengakses kredit karena persyaratan BI Checking (SLIK OJK). Ardy menilai profil risiko kredit driver bintang lima sangat rendah, dan mengusulkan mekanisme penonaktifan motor otomatis bila cicilan tidak dibayar serta skema cicilan harian untuk menurunkan cost of money. Ia juga menyoroti disparitas suku bunga: kredit motor mencapai 30‑40% sementara kredit mobil hanya sekitar 12%, dipicu oleh praktik dealer yang lebih mengutamakan bonus penjualan kredit.
Untuk mengatasi ketimpangan ini, Danantara mengajak Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyusun ulang struktur pembiayaan, dengan tujuan menciptakan skema yang lebih terjangkau dan menstimulasi permintaan pasar. Jika berhasil, ekosistem Molinas dapat menjadi katalisator pertumbuhan industri otomotif listrik Indonesia, sekaligus mengurangi beban biaya operasional jutaan driver ojek daring.
Analisis Pakar
Secara makroekonomi, inisiatif Molinas menandai langkah strategis pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menstimulasi sektor manufaktur domestik. Penggabungan platform ojek daring sebagai “anchor tenant” memberi proyek ini basis permintaan yang stabil, mengurangi risiko overcapacity yang sering menghantui program kendaraan listrik di negara berkembang.
Namun, keberhasilan skema pembiayaan tetap menjadi faktor penentu. Tingginya suku bunga kredit motor mencerminkan persepsi risiko yang belum terkelola dengan baik. Pendekatan Ardy – mengaitkan risiko kredit dengan performa operasional driver dan mengaktifkan mekanisme penonaktifan otomatis – dapat menjadi model “asset‑backed lending” yang lebih aman bagi bank, sekaligus menurunkan biaya pinjaman bagi konsumen.
Selanjutnya, integrasi data telematika dari Gojek dan Grab dapat menjadi sumber intelijen kredit yang kuat. Dengan memanfaatkan data penggunaan kendaraan, perilaku pembayaran, dan jam kerja, lembaga keuangan dapat menilai kelayakan kredit secara real‑time, mengurangi ketergantungan pada biro kredit tradisional. Ini tidak hanya mempercepat proses persetujuan, tetapi juga membuka peluang fintech untuk menawarkan produk cicilan harian yang fleksibel.
Terakhir, dampak lingkungan dan sosial dari adopsi motor listrik harus diukur secara kuantitatif. Jika setiap driver menghemat Rp500 ribu per bulan, maka skala ekonomi dapat menurunkan emisi CO₂ secara signifikan, mendukung komitmen Indonesia pada agenda Net‑Zero 2060. Pemerintah perlu memastikan infrastruktur pengisian daya tersebar merata, terutama di wilayah suburban, agar manfaat ekonomi tidak terhambat oleh kendala logistik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa besar penghematan biaya operasional bagi driver yang beralih ke motor listrik?
A: Penghematan diperkirakan Rp10‑20 ribu per hari, atau sekitar Rp500 ribu per bulan untuk 25 hari kerja. - Q: Mengapa suku bunga kredit motor listrik jauh lebih tinggi dibandingkan kredit mobil?
A: Karena persepsi risiko yang tinggi, kurangnya data kredit yang terintegrasi, dan praktik dealer yang mengutamakan bonus penjualan kredit. - Q: Bagaimana Danantara berencana menurunkan risiko kredit bagi driver ojek daring?
A: Dengan mengaitkan kredit pada profil risiko rendah driver, menerapkan penonaktifan motor otomatis bila cicilan tidak dibayar, serta menawarkan skema cicilan harian yang fleksibel.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Finalis MediaMIND Ungkap Potensi Hilirisasi Timah dan Praktik Tambang Bertanggung Jawab di Kundur

Transformasi Bisnis Kimia Farma Tekan Rugi Bersih Jadi Rp13 Miliar

Pemerintah Petik Pajak Rp2,18 T dari Kripto, Fintech Tembus Rp5,4 T
