⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Geothermal Siap Gantikan Batu Bara: Peluang Besar bagi Investor Energi Indonesia

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Geothermal Siap Gantikan Batu Bara: Peluang Besar bagi Investor Energi Indonesia
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Indonesia memiliki potensi panas bumi 23.203 MW, namun baru 2.776 MW (≈12%) yang terpakai.
  • Kementerian Eniya Listiani Dewi targetkan revisi regulasi dan insentif pajak untuk percepatan investasi.
  • Pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) baru dijadwalkan 2026, membuka peluang bisnis di listrik, steam, dan aplikasi industri lainnya.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa energi panas bumi (geothermal) kini berada pada titik kritis untuk menyaingi batu bara dan diesel dalam penyediaan listrik 24 jam. Pada Geothermal Convention & Exhibition di JICC, ia mengingatkan bahwa sumur Kamojang yang pertama kali dibor pada 1926 masih mengalirkan uap setelah satu abad, menandakan kelangsungan sumber daya yang hampir tak terbatas.

Indonesia memimpin dunia dengan cadangan panas bumi terbesar, diperkirakan mencapai 23.202,77 MW. Namun, realisasi kapasitas terpasang masih terhimpit pada 2.776,39 MW—hanya 11,6 % dari potensi. Pemerintah menyadari kesenjangan ini dan tengah menyiapkan paket insentif perpajakan serta revisi Peraturan Pemerintah No. 7/2017 untuk mempermudah akses investasi, termasuk skema pengembalian modal yang lebih menarik.

Langkah strategis selanjutnya adalah mengubah proses lelang menjadi satu tahap dan sepenuhnya daring, sesuai arahan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Revisi regulasi diproyeksikan masuk tahap harmonisasi minggu depan, bersamaan dengan penyusunan Perpres No. 112/2022 yang mempercepat pengembangan energi terbarukan.

Pemerintah juga telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) izin panas bumi untuk PT PLN (Persero) di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran dan PT Telaga Rano Geothermal di WKP Telaga Ranu. Lima WKP dan tujuh wilayah penugasan survei pendahuluan serta eksplorasi dijadwalkan pada 2026, membuka pintu bagi pemain domestik maupun asing.

Selain pembangkit listrik, Eniya menyoroti potensi komersial steam panas bumi untuk aplikasi non‑kelistrikan—seperti penyediaan air panas, pengeringan kopi, atau proses industri—yang dapat menambah nilai ekonomi dari sumber daya yang sama.

Analisis Pakar

Secara makro, pemanfaatan panas bumi secara optimal dapat menjadi katalisator bagi transisi energi Indonesia, mengurangi ketergantungan pada batu bara yang masih menyumbang lebih dari 60 % bauran energi listrik nasional. Dengan biaya marginal produksi listrik geothermal yang relatif stabil dan tidak terpengaruh fluktuasi harga komoditas, investor akan menemukan profil risiko yang lebih rendah dibandingkan proyek batu bara tradisional.

Namun, tantangan utama tetap pada front-end investasi: eksplorasi dan pengembangan sumur memerlukan modal awal yang tinggi serta risiko geologi yang tidak dapat diabaikan. Revisi PP No. 7/2017 dan insentif pajak yang dijanjikan harus cukup kuat untuk menurunkan tingkat discount rate (WACC) sehingga proyek dapat mencapai payback dalam rentang 7‑10 tahun, bukan 15‑20 tahun seperti saat ini.

Strategi lelang satu tahap secara daring juga berpotensi meningkatkan transparansi dan mengurangi biaya transaksi, namun regulator harus memastikan bahwa mekanisme evaluasi teknis tetap ketat. Keterlibatan BUMN seperti PLN dalam skema kerja sama (PPP) atau kontrak build‑operate‑transfer (BOT) dapat menambah kredibilitas dan mengurangi perceived risk bagi investor asing.

Di sisi permintaan, industri pengolahan makanan, agrikultur, dan pariwisata wellness di Indonesia dapat menjadi konsumen utama steam panas bumi. Diversifikasi penggunaan ini tidak hanya meningkatkan revenue stream bagi pengembang, tetapi juga mempercepat pencapaian target 23 % energi terbarukan pada 2025 yang ditetapkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa persen potensi panas bumi Indonesia yang sudah dimanfaatkan?
    A: Sekitar 11,6 % (2.776 MW dari total 23.203 MW).
  • Q: Apa insentif utama yang akan diberikan pemerintah untuk proyek geothermal?
    A: Insentif perpajakan, kemudahan perizinan, dan skema pengembalian modal yang lebih menguntungkan melalui revisi PP No. 7/2017.
  • Q: Kapan WKP baru akan dibuka untuk lelang?
    A: Pemerintah menargetkan penawaran lima WKP dan tujuh wilayah survei pendahuluan pada tahun 2026.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸