Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Asap Karhutla Mengguncang Banjarbaru: Sekolah Tunda Jam Masuk, Warga Terpaksa Bernafas dengan Masker

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Asap Karhutla Mengguncang Banjarbaru: Sekolah Tunda Jam Masuk, Warga Terpaksa Bernafas dengan Masker
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Asap tebal akibat Karhutla menutupi Banjarbaru, memaksa Dinas Pendidikan menunda jam masuk sekolah menjadi 09.00 WIB.
  • Pejabat Abdul Basid mengeluarkan surat edaran yang berlaku sampai kabut asap mereda, sekaligus menegaskan kehadiran guru sebelum jam masuk.
  • Orang tua dan warga terpaksa memakai masker terus‑menerus; kasus batuk dan sesak napas pada anak‑anak meningkat drastis.

Banjarbaru, Kalimantan Selatan – Kabut asap yang dipicu oleh karhutla semakin menebal sejak pagi hari Kamis (20/8/2026). Kondisi ini memaksa Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru mengeluarkan surat edaran resmi yang menunda jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WITA. Surat edaran nomor 400.35./1738/P.SMP/Disdik tanggal 19 Agustus berlaku sejak hari itu dan akan dicabut hanya ketika kabut asap berkurang.

“Satuan pendidikan dapat memulai pembelajaran pada pukul 09.00 WITA bagi sekolah terdampak,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Abdul Basid dalam pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini mencakup semua jenjang di bawah naungan Disdik Banjarbaru, mulai dari PAUD‑TK, SD, hingga SMP. Guru‑guru diminta tetap hadir lebih awal untuk menyiapkan kelas, meski jam resmi masuk ditunda.

Instruksi ini tidak hanya soal penyesuaian jadwal, melainkan upaya mengurangi risiko kesehatan. Asap tebal menurunkan visibilitas jalan, mengganggu pernapasan, dan memicu gejala batuk serta sesak napas, terutama pada anak‑anak. Seorang orang tua, Firman, mengaku anaknya sudah memakai masker sejak minggu lalu dan tidak diizinkan bermain di luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.

“Sudah wajib masker dari minggu kemarin, pokoknya apabila tidak ada kepentingan kami tidak mengizinkan anak‑anak keluar rumah,” ujarnya dengan nada keprihatinan. Ia menambahkan bahwa anaknya sempat mengalami batuk parah dan sesak napas akibat kualitas udara yang menurun drastis dibandingkan tahun‑tahun sebelumnya.

Analisis Pakar

Situasi ini mengungkap kegagalan struktural dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan. Meskipun pemerintah provinsi dan pusat telah mengalokasikan dana untuk pencegahan kebakaran hutan, implementasinya masih terhambat oleh koordinasi lintas‑sektor yang lemah. Dinas Pendidikan memang berhak menyesuaikan jam belajar, namun langkah ini hanyalah solusi jangka pendek yang menutupi kegagalan mitigasi kebakaran yang lebih fundamental.

Lebih jauh, kebijakan penundaan jam masuk sekolah menimbulkan konsekuensi ekonomi tersembunyi. Orang tua harus menyesuaikan jadwal kerja, sementara guru dipaksa hadir lebih awal tanpa kompensasi tambahan. Ini menambah beban pada tenaga pendidik yang sudah berjuang melawan beban kerja berlebih. Pemerintah daerah seharusnya menyediakan fasilitas kesehatan darurat di sekolah, bukan sekadar menunda jam masuk.

Selain itu, respons masyarakat yang kini bergantung pada masker menandakan kegagalan sistem peringatan dini dan evakuasi. Data kesehatan menunjukkan peningkatan kasus gangguan pernapasan pada anak‑anak di wilayah terdampak, yang bila tidak ditangani dapat berujung pada beban layanan kesehatan jangka panjang. Dinas Kesehatan harus segera mengaktifkan posko medis di titik‑titik rawan, serta melakukan penyuluhan intensif tentang penggunaan masker yang tepat.

Terakhir, kebijakan ini menyoroti perlunya reformasi kebijakan lahan. Praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar masih merajalela, didorong oleh kepentingan ekonomi jangka pendek. Pemerintah harus menegakkan sanksi yang lebih tegas, sekaligus memberikan insentif bagi petani yang beralih ke metode pertanian berkelanjutan. Tanpa perubahan struktural, Banjarbaru akan terus menjadi korban asap, dan generasi muda akan terus menanggung dampak kesehatan yang tak terukur.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa jam masuk sekolah di Banjarbaru ditunda menjadi 09.00 WIB?
    A: Karena kabut asap tebal akibat karhutla mengurangi visibilitas dan kualitas udara, sehingga menunda jam masuk dianggap langkah melindungi kesehatan siswa dan staf.
  • Q: Apa yang harus dilakukan orang tua selama kabut asap berlangsung?
    A: Orang tua disarankan agar anak-anak memakai masker N95 atau setara, menghindari aktivitas di luar ruangan, dan memantau gejala pernapasan secara berkala.
  • Q: Bagaimana cara mengidentifikasi sumber karhutla di Banjarbaru?
    A: Dinas Lingkungan Hidup setempat menggunakan satelit dan patroli darat untuk melacak titik api; laporan masyarakat juga menjadi sumber penting dalam penelusuran sumber kebakaran.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸