Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Trump Desak Kim Jong Un untuk Bertemu di APEC 2024, Namun Belum Dapat Jawaban

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Trump Desak Kim Jong Un untuk Bertemu di APEC 2024, Namun Belum Dapat Jawaban
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Presiden AS Donald Trump mengirimkan permintaan pribadi kepada Kim Jong Un untuk bertemu pada November.
  • Pertemuan diusulkan akan bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Shenzhen, China , namun belum ada konfirmasi resmi.
  • Sementara itu, Trump mengumumkan penurunan latihan militer bersama Korea Selatan, menuding Seoul tidak mendukung kepentingan AS melawan Iran.

Ringkasan Singkat

  • Presiden AS Donald Trump mengirimkan permintaan pribadi kepada Kim Jong Un untuk bertemu pada November.
  • Pertemuan diusulkan akan bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Shenzhen, China, namun belum ada konfirmasi resmi.
  • Sementara itu, Trump mengumumkan penurunan latihan militer bersama Korea Selatan, menuding Seoul tidak mendukung kepentingan AS melawan Iran.

Menurut laporan The Wall Street Journal pada Selasa (18/8), Donald Trump secara pribadi menyampaikan kepada tim asistennya harapan untuk mengatur pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada bulan November mendatang. Permintaan tersebut diharapkan dapat terwujud ketika Trump menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang dijadwalkan di Shenzhen, China pada 18‑19 November.

Sampai saat ini, tidak ada agenda resmi atau pernyataan resmi dari pihak Pyongyang yang menanggapi undangan tersebut. Pada Senin (17/8), Trump mengklaim bahwa Kim Jong Un telah menanggapi permintaannya secara positif, meskipun tidak ada bukti publik yang mendukung pernyataan itu. "Kim Jong Un selalu memperlakukan saya dengan sangat terhormat, dan kami pernah bertemu dalam beberapa kesempatan," ujar Trump, menolak laporan wartawan yang menyatakan bahwa Pyongyang belum memberikan jawaban.

Langkah Trump ini muncul bersamaan dengan keputusan Pentagon untuk secara signifikan mengurangi latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan. Presiden menilai bahwa Seoul tidak memberikan dukungan yang cukup kepada Washington dalam menghadapi ancaman Iran, serta menyebut latihan bersama tersebut sebagai pemborosan anggaran.

Analisis Pakar

Permintaan pertemuan pribadi antara Donald Trump dan Kim Jong Un harus dipahami dalam konteks dinamika geopolitik yang lebih luas. Di satu sisi, Trump berupaya memanfaatkan forum multilateral APEC sebagai platform informal untuk membuka jalur diplomatik yang telah lama terhenti sejak era Obama. Di sisi lain, pendekatan yang terlalu personal dapat menimbulkan ekspektasi yang tidak realistis, mengingat kebijakan luar negeri Korea Utara tetap berpusat pada keamanan rezim dan negosiasi nuklir yang melibatkan banyak aktor.

Penurunan latihan militer bersama Korea Selatan menandakan perubahan prioritas strategis Washington. Dengan menyoroti ketegangan terhadap Iran, Trump mencoba mengalihkan fokus keamanan regional ke arah yang lebih menguntungkan bagi agenda domestik dan kebijakan energi AS. Namun, langkah ini berisiko menurunkan kesiapan pertahanan aliansi yang selama ini menjadi pilar stabilitas di Semenanjung Korea.

Selain itu, kurangnya respons resmi dari Pyongyang dapat diartikan sebagai strategi menunggu. Seoul dan Washington mungkin melihat peluang untuk menegosiasikan kembali syarat-syarat denuklirisasi, sementara Pyongyang tetap menguji batas toleransi politik Amerika. Jika pertemuan memang terjadi, hasilnya kemungkinan akan lebih bersifat simbolik daripada menghasilkan kesepakatan konkret, mengingat perbedaan fundamental dalam tujuan keamanan masing-masing negara.

Secara keseluruhan, inisiatif Trump mencerminkan pola kebijakan luar negeri yang mengandalkan personalisasi pemimpin, yang dapat menghasilkan terobosan tak terduga namun juga menimbulkan ketidakpastian diplomatik. Pengamat internasional menekankan pentingnya melibatkan sekutu regional—terutama Korea Selatan dan Jepang—dalam setiap langkah selanjutnya untuk menghindari isolasi strategis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah Kim Jong Un sudah memberikan jawaban resmi atas undangan Trump?
    A: Hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Korea Utara mengenai permintaan pertemuan tersebut.
  • Q: Mengapa Trump ingin mengatur pertemuan pada saat APEC di Shenzhen?
    A: Trump melihat APEC sebagai kesempatan logistik dan simbolik untuk mengadakan dialog informal di tengah agenda multilateral Asia‑Pasifik.
  • Q: Apa implikasi penurunan latihan militer AS‑Korea Selatan?
    A: Pengurangan latihan dapat menurunkan kesiapan aliansi, namun juga mencerminkan penekanan Washington pada isu keamanan lain, seperti Iran, serta upaya menghemat anggaran pertahanan.
Meow! Tanya Nesi!
😸