Freeport Janjikan Rp 120 Triliun untuk Negara: Investasi Besar di Tambang Bawah Tanah Kucing Liar
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- Freeport Indonesia merayakan HUT ke‑81 RI dengan menegaskan komitmen produksi 65‑100% dan target kontribusi pajak hingga Rp 120 triliun.
- Proyek tambang bawah tanah KucingLiar mendapat investasi Rp 72 triliun untuk menghasilkan 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas.
- Perusahaan mengajukan perpanjangan IUPK pasca‑2041, menjaga 30 ribuan lapangan kerja dan memperkuat agenda hilirisasi di Gresik.
Peringatan HUT81RI di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah digelar pada 17 Agustus 2026 dengan Presiden Direktur Tony Wenas memimpin upacara. Dalam sambutannya, Wenas menekankan semangat “One Freeport” sebagai landasan produksi aman, berkelanjutan, dan berkontribusi pada kedaulatan ekonomi Indonesia.
Acara yang dihadiri pejabat daerah, perwakilan Polri‑TNI, serta komisaris dan direksi PTFI, melibatkan 2.281 peserta di enam lokasi, termasuk 770 orang di Tembagapura dan 300 orang di Jakarta. Sebanyak 277 karyawan yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun mendapat penghargaan, menegaskan nilai karyawan dalam strategi jangka panjang perusahaan.
Freeport Indonesia kini berada pada fase pemulihan operasional dengan target kapasitas produksi 65 % pada akhir semester kedua 2026. Meskipun belum kembali ke kapasitas penuh, perusahaan memperkirakan kontribusi pajak tahun ini mencapai Rp 47 triliun. Wenas menambahkan, “Jika kami mencapai 100 % pada 2027, kontribusi dapat melampaui Rp 100 triliun, bahkan mendekati Rp 120 triliun per tahun.”
Investasi strategis berlanjut melalui pengembangan tambang bawah tanah KucingLiar. Dengan total anggaran Rp 72 triliun, proyek ini diharapkan menghasilkan 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas selama masa operasinya, sekaligus menambah cadangan mineral Indonesia yang sangat dibutuhkan dalam era transisi energi.
Selain itu, Freeport mengajukan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) setelah 2041, selaras dengan rencana hilirisasi di Gresik. Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan kelangsungan lapangan kerja bagi lebih dari 30 ribuan pekerja serta stabilitas penerimaan negara.
Analisis Pakar
Sebagai ekonom makro, saya melihat dua dimensi utama dalam strategi Freeport: pertama, upaya mempercepat pemulihan produksi bukan sekadar mengembalikan output, melainkan meningkatkan nilai tambah melalui downstreaming di Gresik. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan margin fiskal.
Kedua, investasi Rp 72 triliun di KucingLiar menandakan pergeseran dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah, yang secara umum memiliki jejak lingkungan lebih rendah dan umur tambang lebih panjang. Dari perspektif risiko, proyek ini mengurangi eksposur terhadap gangguan keamanan yang kerap menghambat operasi tambang terbuka di Papua.
Namun, tantangan regulasi tetap signifikan. Perpanjangan IUPK pasca‑2041 harus melewati proses evaluasi lingkungan yang ketat serta persetujuan sosial dari komunitas lokal. Kegagalan dalam memperoleh konsensus dapat menimbulkan penundaan yang mahal, mengingat biaya modal yang sudah diikat sebesar Rp 24 triliun pada fase awal.
Jika Freeport berhasil mencapai target 100 % kapasitas pada 2027, dampak fiskal tidak hanya meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga memperkuat neraca perdagangan Indonesia melalui ekspor tembaga dan emas. Ini akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyalurkan lebih banyak dana ke sektor produktif, mempercepat pemulihan ekonomi pasca‑pandemi, dan mendukung agenda “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa kontribusi pajak yang diproyeksikan Freeport Indonesia pada 2027?
A: Diperkirakan mencapai antara Rp 100 triliun hingga Rp 120 triliun per tahun bila produksi mencapai 100 %. - Q: Apa saja manfaat utama dari tambang bawah tanah Kucing Liar?
A: Menghasilkan 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas, memperpanjang umur tambang, dan mengurangi dampak lingkungan serta risiko keamanan. - Q: Mengapa perpanjangan IUPK penting bagi Freeport?
A: Menjamin kelangsungan operasi hingga 2041‑2045, melindungi 30 ribuan pekerjaan, dan mendukung program hilirisasi nilai tambah di Gresik.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Kementerian UMKM dan BEI Akselerasi 200 UKM Menuju Pasar Modal Lewat Go Public Academy

Kementerian UMKM Ingatkan UKM Jangan Buru-Buru IPO: Kesiapan Tata Kelola Jadi Kunci Utama

Laba Bersih Phapros Melonjak 311,58 Persen, Didukung Efisiensi Operasional dan Penguatan Margin EBITDA
