Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Freeport Siapkan Investasi Rp 71 Triliun untuk Tambang Bawah Tanah Kucing Liar: Dampak Besar bagi Industri Tambang Indonesia

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Freeport Siapkan Investasi Rp 71 Triliun untuk Tambang Bawah Tanah Kucing Liar: Dampak Besar bagi Industri Tambang Indonesia
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • PT Freeport Indonesia (PTFI) menambah investasi hingga US$4 miliar (≈Rp71,2 triliun) untuk tambang bawah tanah Kucing Liar hingga 2033.
  • Proyek yang semula dijadwalkan beroperasi 2028 kini mundur ke 2029 setelah longsoran di Grasberg pada 2025.
  • Jika mencapai kapasitas penuh, Kucing Liar dapat menghasilkan 750 juta pon tembaga dan 735 000 ons emas per tahun, memperkuat posisi Freeport di pasar global.

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Freeport Indonesia (PTFI) mempercepat pengembangan tambang bawah tanah baru bernama Kucing Liar di kawasan Grasberg, Papua Tengah. Menurut laporan semester I‑2026 Freeport‑McMoRan (FCX), total investasi yang akan dikeluarkan mencapai US$4 billion atau setara Rp71,2 triliun (kurs Rp17.802/USD) hingga tahun 2033.

Hingga 30 Juni 2026, PTFI telah menyalurkan US$1,4 billion (≈Rp24,9 triliun) untuk fase awal pengembangan. Proyek ini dimulai pada 2022 dengan target operasional pada 2028, namun terpaksa ditunda satu tahun menjadi 2029 akibat longsoran material basah di Grasberg Block Cave pada September 2025.

FCX menargetkan ramp‑up produksi Kucing Liar mulai 2030, dengan kapasitas desain 130.000 metrik ton bijih per hari. Pada kondisi produksi penuh, tambang diproyeksikan menghasilkan rata‑rata 750 juta pon tembaga dan 735 000 ons emas per tahun – sebuah kontribusi signifikan untuk menjaga kelangsungan produksi di wilayah yang sudah mendominasi output tembaga Indonesia.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan bahwa investasi yang telah dikeluarkan merupakan dana pengembangan (development) untuk membuka akses tambang bawah tanah, bukan sekadar persiapan. “Pengembangan, bukan persiapan. Dikembangkan kan harus dibuka aksesnya dan lain sebagainya, itu bagian dari pengembangan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta pada 10 Agustus 2026.

Analisis Pakar

Investasi sebesar US$4 miliar menandakan komitmen jangka panjang Freeport terhadap aset Grasberg, yang selama ini menjadi tulang punggung produksi tembaga dan emas Indonesia. Dari perspektif makroekonomi, aliran modal asing sebesar ini akan menambah cadangan devisa, memperkuat neraca perdagangan, dan memberikan stimulus bagi sektor pendukung seperti logistik, konstruksi, dan layanan keuangan di Papua.

Namun, penundaan operasional hingga 2029 menimbulkan risiko opportunity cost. Selama periode ini, harga tembaga global yang kini berada di level historis dapat berfluktuasi, mempengaruhi proyeksi cash flow proyek. Freeport harus memastikan struktur pembiayaan yang fleksibel, mengingat potensi volatilitas nilai tukar rupiah dan kebijakan fiskal Indonesia yang dapat berubah.

Strategi diversifikasi produksi – menambah emas ke dalam portofolio – juga merupakan langkah defensif. Emas berfungsi sebagai aset safe‑haven, sehingga pendapatan perusahaan tidak sepenuhnya terpapar pada siklus konjungtur tembaga. Bagi investor, sinyal ini dapat meningkatkan persepsi risiko rendah pada saham terkait, terutama bila Freeport berhasil mengeksekusi ramp‑up tepat waktu.

Terakhir, dampak sosial‑ekonomi di Papua tidak boleh diabaikan. Proyek Kucing Liar akan menciptakan ribuan lapangan kerja langsung dan tidak langsung, sekaligus menuntut kepatuhan pada standar ESG yang semakin ketat. Pemerintah dan perusahaan perlu berkolaborasi dalam program pelatihan tenaga kerja lokal serta mitigasi dampak lingkungan, agar manfaat ekonomi dapat berkelanjutan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa total investasi yang akan dikeluarkan Freeport untuk proyek Kucing Liar?
    A: US$4 miliar atau sekitar Rp71,2 triliun hingga tahun 2033.
  • Q: Kapan tambang Kucing Liar diperkirakan mulai beroperasi?
    A: Operasional awal dijadwalkan pada 2029, dengan ramp‑up produksi penuh sekitar 2030.
  • Q: Berapa produksi tembaga dan emas yang diharapkan dari Kucing Liar?
    A: Sekitar 750 juta pon tembaga dan 735 000 ons emas per tahun pada kapasitas penuh.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸