Kapal Selundup 1,3 Ton Ketamine di Perairan Kepri: Operasi TNI AL Ungkap Modus Baru Penyalahgunaan Laut
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Kapalan MV King Sun berlayar dari Thailand ke perairan Indonesia, terdeteksi membawa 1,3 ton ketamine.
- KRI Kerambit dari Koarmada RI berhasil menggagalkan penyelundupan pada 6 Agustus 2026 di Tanjung Berakit, Kepri.
- Barang bukti bernilai hingga Rp4,55 triliun, melibatkan 8 awak kapal warga Taiwan dan Myanmar.
Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) berhasil memutus rantai penyelundupan narkoba yang beroperasi lewat jalur laut pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kapal berlayar dengan bendera Tanzania, MV King Sun, terdeteksi menembus perairan Kepulauan Riau (Kepri) dengan muatan misterius.
Kasus ini menyoroti pentingnya pencarian kapal yang efektif di wilayah perairan Indonesia.
Menurut Laksdya TNI Denih Hendrata, yang memimpin konferensi pers di Mako Kodaeral IV, Batam, petugas menemukan 65 karung berisi sekitar 1.300.000 gram ketamine – setara dengan 1,3 ton. Nilai total barang bukti diperkirakan antara Rp1,95 triliun hingga Rp4,55 triliun.
Penangkapan dimulai ketika KRI Kerambit sedang melakukan patroli rutin. Radar, AIS, dan sistem SeaVision mencatat anomali pada kapal yang tidak menunjukkan rute pelayaran jelas setelah memasuki perairan Indonesia dari Thailand. “Anomali ini menandakan upaya menghilangkan identitas (dapsip), sehingga kami harus menyelidiki status kapal, muatan, dan dokumen secara mendalam,” ujar Denih.
Setelah kapal dihentikan, tim gabungan TNI AL, Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bareskrim melakukan penggerekan di dermaga Mako Kodaeral IV. Pemeriksaan forensik digital, X‑Ray, serta penyelaman ke bagian bawah lambung kapal mengungkap 65 karung ketamine yang tersembunyi di ruang basement. Selain narkotika, petugas juga menyita 11 ponsel, satu laptop, delapan paspor, serta barang bukti lain yang menguatkan jaringan penyelundup.
Delapan awak kapal—satu warga Taiwan dan tujuh warga Myanmar—telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengidentifikasi otak di balik operasi ini serta jaringan distribusi di dalam negeri.
Denih menegaskan bahwa TNI AL, BNN, Polri
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Diduga Rem Blong

Dua Eks Napiter Terlibat Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Satu Masih Buron

Polisi Ungkap Motif Cemburu di Balik Pembunuhan Sadis Ibu-Anak di Madiun
