Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Militerisasi Manajemen BUMN? Menguliti Ambisi Prabowo Lewat Program P3MD

EkonomiSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Nasional
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Militerisasi Manajemen BUMN? Menguliti Ambisi Prabowo Lewat Program P3MD
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Sebanyak 399 pegawai BUMN mengikuti Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) selama 9 bulan.
  • Pelatihan dimulai dengan penggemblengan karakter dan bela negara di Kodiklat TNI Serpong.
  • Program kolaboratif antara Danantara, Kemhan, dan Kemendiktisaintek ini bertujuan menciptakan pemimpin strategis BUMN.

Ringkasan Singkat

  • Sebanyak 399 pegawai BUMN mengikuti Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) selama 9 bulan.
  • Pelatihan dimulai dengan penggemblengan karakter dan bela negara di Kodiklat TNI Serpong.
  • Program kolaboratif antara Danantara, Kemhan, dan Kemendiktisaintek ini bertujuan menciptakan pemimpin strategis BUMN.

JAKARTA – Sebuah langkah agresif dalam restrukturisasi kepemimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini tengah bergulir. Pemerintah secara resmi memulai Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) atau Presidential Future Leaders Program (PFLP), sebuah inisiatif yang dirancang langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Danantara.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 399 pegawai aktif BUMN dari berbagai penjuru Indonesia kini tengah 'digembleng' dalam pendidikan intensif selama sembilan bulan. Menariknya, tahap awal program ini tidak dimulai di ruang kelas manajerial, melainkan di Kodiklat TNI Serpong. Di sana, para calon pemimpin strategis ini dipaksa keluar dari zona nyaman melalui pelatihan kedisiplinan, ketahanan fisik, mental, hingga wawasan kebangsaan.

Brigjen Rico Ricardo, Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan, menegaskan bahwa keterlibatan militer dalam program ini adalah instruksi langsung Presiden untuk memastikan para pemimpin BUMN memiliki karakter yang kuat dan nasionalisme yang tidak tergoyahkan. Bahkan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin turun tangan langsung memberikan pembekalan terkait integritas dan semangat pengabdian.

Setelah fase 'pendisiplinan' di markas TNI, para peserta akan beralih ke pendidikan manajerial yang mencakup tata kelola, transformasi digital, hingga cyber security, sebelum akhirnya diterjunkan dalam program magang dan penugasan strategis. Seluruh pendanaan program ambisius ini ditanggung sepenuhnya oleh BPI Danantara, menandakan adanya dukungan finansial besar untuk menciptakan standar baru kepemimpinan di tubuh BUMN.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis yang telah lama mengamati dinamika kekuasaan di Indonesia, saya melihat P3MD bukan sekadar program pelatihan kepemimpinan biasa. Ada aroma kuat 'militerisasi' dalam manajemen korporasi negara. Mengapa pegawai BUMN—yang seharusnya ahli dalam efisiensi bisnis dan profitabilitas—harus digembleng di Kodiklat TNI? Pertanyaan kritisnya adalah: apakah disiplin ala barak militer adalah jawaban atas buruknya tata kelola BUMN selama ini, ataukah ini upaya sistematis untuk memastikan loyalitas absolut kepada visi politik Presiden?

Kita harus waspada terhadap risiko pengabaian kompetensi teknokratis demi kepatuhan karakter. BUMN membutuhkan pemimpin yang mampu membaca tren pasar global, mengelola risiko finansial, dan melakukan inovasi disruptif. Jika fokus utama adalah 'bela negara' dan 'ketahanan fisik', dikhawatirkan kita hanya akan melahirkan 'manajer yang patuh' daripada 'pemimpin yang inovatif'. Ada garis tipis antara membangun integritas dan membangun mentalitas komando yang justru bisa mematikan daya kritis dalam pengambilan keputusan bisnis.

Lebih jauh lagi, keterlibatan Danantara sebagai penyandang dana utama menunjukkan bahwa program ini adalah bagian dari desain besar konsolidasi aset negara. Dengan menyatukan standar kepemimpinan di bawah satu payung ideologi yang sama, pemerintah sedang membangun struktur kekuasaan yang sangat terpusat. Ini adalah eksperimen sosial-manajerial yang berisiko tinggi; jika berhasil, BUMN akan menjadi mesin yang sangat efisien. Namun jika gagal, kita hanya akan melihat birokrasi yang kaku dengan baju korporasi.

Terakhir, transparansi dalam proses rekrutmen 399 pegawai ini harus dikawal ketat. Jangan sampai P3MD menjadi 'jalur cepat' bagi mereka yang memiliki kedekatan politik untuk menduduki posisi strategis, sementara talenta murni yang kompeten tersisihkan karena tidak masuk dalam radar 'kaderisasi' ini. Publik berhak tahu apakah seleksi ini berbasis meritokrasi murni atau sekadar instrumen pengamanan kekuasaan di sektor ekonomi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa itu program P3MD?
A: Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) adalah program kaderisasi kepemimpinan bagi pegawai BUMN untuk menyiapkan pemimpin strategis masa depan melalui pelatihan karakter dan manajerial.

Q: Berapa lama durasi pendidikan P3MD?
A: Total pendidikan intensif berlangsung selama 9 bulan, dimulai dengan pembentukan karakter di Kodiklat TNI Serpong.

Q: Siapa yang mendanai program ini?
A: Seluruh pendanaan program P3MD berasal dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Meow! Tanya Nesi!
😸