Proyek Waste‑to‑Energy Denera Siapkan Ribuan Green Jobs & Rp 90 Triliun Investasi
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ringkasan Singkat
- Proyek waste to energy (WtE) PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) dijadwalkan menurunkan emisi CO₂ hingga 80% dan mengadopsi standar Eropa.
- Setiap stasiun PSEL diproyeksikan menciptakan sekitar 1.200 "green jobs" serta menarik investasi total sekitar Rp 90 Triliun.
- CEO Fadli Rahman menegaskan komitmen percepatan transisi energi berkelanjutan melalui teknologi yang sudah terpakai di lebih 3.000 lokasi global.
Jakarta – Dalam wawancara eksklusif di Squawk Box CNBC Indonesia pada Selasa, 21 Juli 2026, Fadli Rahman, CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), menegaskan bahwa perusahaan akan mempercepat pembangunan stasiun Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai tulang punggung strategi transisi energi nasional.
Teknologi WtE yang akan diimplementasikan mampu memproses volume sampah besar dalam waktu singkat, sekaligus meminimalkan polusi. Sistem ini telah teruji di lebih dari 3.000 lokasi di seluruh dunia, dan diperkirakan dapat menurunkan emisi CO₂ dari sampah hingga 80 % serta mengangkat standar emisi Indonesia ke level European Union.
Selain manfaat lingkungan, proyek ini menjadi magnet investasi. Denera menargetkan total aliran dana sebesar Rp 90 Triliun untuk membangun jaringan PSEL yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap fasilitas diproyeksikan menyerap hingga 1.200 tenaga kerja lokal, menciptakan lapangan kerja hijau yang berkelanjutan dan mendukung agenda Energi Baru Terbarukan (EBT). Upaya ini sejalan dengan inisiatif kilang hijau yang sedang digalakkan pemerintah.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang semakin mengedepankan pengelolaan sampah berkelanjutan, Denera berharap dapat mempercepat komersialisasi proyek ini dalam dua tahun ke depan, sekaligus membuka peluang bagi investor domestik dan asing yang ingin berpartisipasi dalam ekonomi sirkular.
Analisis Pakar
Secara makroekonomi, proyek WtE Denera merupakan contoh klasik dari investasi infrastruktur hijau yang dapat menghasilkan multiplier effect signifikan. Tidak hanya mengurangi beban biaya kesehatan akibat polusi, tetapi juga menambah basis pajak daerah melalui penciptaan ribuan pekerjaan formal. Dengan asumsi rata-rata gaji bersih Rp 7 juta per pekerja, potensi peningkatan pendapatan rumah tangga di wilayah proyek dapat mencapai Rp 8,4 triliun per tahun, yang selanjutnya meningkatkan daya beli dan konsumsi lokal.
Namun, keberhasilan proyek ini tidak terlepas dari tantangan regulasi dan ketersediaan pasokan sampah yang tersegregasi. Pemerintah perlu memastikan kebijakan tarif feed‑in‑tariff (FiT) yang kompetitif serta mekanisme penegakan standar kualitas sampah. Tanpa insentif yang memadai, risiko underutilisasi kapasitas instalasi tetap tinggi, mengingat banyak kota masih bergantung pada sistem pembuangan tradisional.
Dari perspektif investasi, aliran dana Rp 90 Triliun menandakan peluang bagi lembaga keuangan multilateral dan dana pensiun yang mencari eksposur pada aset ESG (Environmental, Social, Governance). Struktur pembiayaan yang menggabungkan obligasi hijau, syndicated loan, dan equity dapat menurunkan cost of capital, sekaligus memberikan likuiditas bagi investor institusional. Inovasi serupa juga terlihat pada upaya biogasoline yang mendukung diversifikasi energi.
Terakhir, adopsi standar Eropa dalam emisi menandakan kesiapan Indonesia untuk memasuki pasar energi bersih internasional. Jika Denera berhasil mencontohkan model bisnis yang scalable, negara dapat mengekspor teknologi WtE ke negara‑negara ASEAN yang masih berjuang mengelola sampah kota, membuka aliran devisa tambahan dan memperkuat posisi geopolitik dalam agenda climate finance. Tantangan iklim seperti El Nino menambah urgensi percepatan transisi energi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa banyak tenaga kerja yang akan tercipta dari proyek PSEL?
A: Setiap stasiun diperkirakan menyerap sekitar 1.200 pekerja, baik langsung maupun tidak langsung. - Q: Apa manfaat utama teknologi waste to energy bagi lingkungan?
A: Teknologi ini dapat mengurangi emisi CO₂ dari sampah hingga 80 % dan mengubah limbah menjadi listrik bersih. - Q: Bagaimana cara investor dapat berpartisipasi dalam proyek ini?
A: Investor dapat menyalurkan dana melalui obligasi hijau, syndicated loan, atau ekuitas pada PT Daya Energi Bersih Nusantara.


