Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta Pejabat Baru Tinggalkan Kebiasaan Lama, Dorong Inovasi Nyata

Hukum
Budi SantosoBudi Santoso
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta Pejabat Baru Tinggalkan Kebiasaan Lama, Dorong Inovasi Nyata
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Tomsi Tohir meminta ASN, khususnya pejabat yang baru dilantik, meninggalkan pola kerja yang hanya mengulang program rutin.
  • Dia menegaskan bahwa tambahan anggaran harus dipakai sebagai momentum untuk menciptakan inovasi yang memperkuat kinerja pemerintah daerah.
  • Tomsi juga menekankan integritas, komunikasi, dan berpikir berorientasi hasil sebagai fondasi pelayanan publik yang bermakna.

Dalam pelantikan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional di Kantor Kemendagri Jakarta, Jumat (24/7), Sekretaris Jenderal Tomsi Tohir menyampaikan pesan bahwa birokrasi harus mampu menghadirkan solusi baru, bukan sekadar mengulang kegiatan yang sudah ada.

Ia menambahkan bahwa setiap program perlu dirancang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang agar pembinaan yang dilakukan Kemendagri kepada pemerintah daerah mampu menghasilkan perubahan yang terukur sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Selain itu, Tomsi berpesan agar pejabat baru menjalankan amanah dengan penuh integritas, semangat pengabdian, dan profesionalisme, sambil menjaga komunikasi yang terbuka dan membangun silaturahmi yang baik sebagai dasar kerja yang jujur.

Analisis Pakar

Menurut saya, panggilan Tomsi Tohir untuk meninggalkan pola kerja rutinitas merupakan langkah yang tepat namun masih memerlukan konkrete mekanisme akuntabilitas. Tanpa sistem pengukuran kinerja yang transparan, ajakan tersebut berisikan hanya retorika yang dapat dilupakan saat tekanan administratif meningkat.

Selain itu, penekanan pada penggunaan anggaran tambahan untuk inovasi harus diimbangi dengan evaluasi dampak sosial dan ekonomi. Sejarah menunjukkan bahwa banyak program inovasi di sektor publik justru menjadi proyek-proyek berharga tinggi namun kurang manfaat karena kurangnya partisipasi masyarakat dan kurangnya pendampingan teknis yang memadai.

Aspek integritas dan komunikasi yang disorot oleh Tomsi memang penting, namun dalam konteks birokrasi Indonesia yang masih rentan terhadap praktik kolusi dan nepotisme, hanya mengajarkan nilai-nilai etis tidak cukup. Diperlukan reformasi struktural seperti perlindungan whistleblower, pemantauan independen, dan sistem reward yang menginsentifkan perilaku inovatif dan bersih.

Akhirnya, jika Kemendagri benar-benar ingin menciptakan perubahan yang berkelanjutan, ia harus mengintegrasikan rekomendasi ini ke dalam rencana kerja tahunan, menetapkan target kuantitatif (misalnya persentase anggaran yang dialokasikan untuk program inovasi yang terukur), dan membuat laporan publik yang dapat diakses oleh warga sebagai bentuk akuntabilitas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa yang dimaksud dengan pejabat yang baru dilantik menurut Tomsi Tohir?
    A: Pejabat yang baru dilantik merujuk kepada Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional yang baru saja diangkat dalam lingkungan Kemendagri.
  • Q: Mengapa Tomsi Tohir menyarankan penggunaan anggaran tambahan untuk inovasi?
    A: Ia menilai bahwa anggaran tambahan merupakan kesempatan untuk menciptakan program yang memberikan manfaat nyata dan memperkuat kinerja pemerintah daerah, bukan sekadar menambah kegiatan rutin.
  • Q: Apa saja nilai yang ditompoleh Tomsi Tohir sebagai fondasi kerja aparatur sipil negara?
    A: Integritas, semangat pengabdian, profesionalisme, komunikasi yang baik, dan silaturahmi yang harmonis, yang menurutnya selaras dengan ajaran agama.
Meow! Tanya Nesi!
😸