Fasilitas Nuklir Tersembunyi 100 m di Bawah Gunung Pickaxe: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dunia
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Fasilitas Nuklir Tersembunyi 100 m di Bawah Gunung Pickaxe: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Iran dikabarkan membangun fasilitas pengayaan uranium 100 meter di bawah Pegunungan Pickaxe, dekat Natanz.
  • Presiden Donald Trump menyatakan niat untuk menyerang, namun lokasi tersebut belum pernah diserang secara langsung.
  • Satellit dan intelijen Israel menunjukkan struktur bunker kompleks, sementara IAEA belum dapat memverifikasi operasionalnya.

Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS), sebuah jaringan terowongan dan ruang penyimpanan beton‑berat telah dibangun sekitar 100 meter di bawah puncak Pickaxe (dikenal secara lokal sebagai Kuh‑e Kolang Gaz La). Pembangunan dimulai pada tahun 2020, ketika Iran memberi tahu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa fasilitas tersebut akan menjadi “pusat masa depan” untuk perakitan sentrifugal uranium.

Pengamatan satelit menunjukkan bahwa area tersebut dikelilingi oleh perimeter keamanan yang luas, dengan pintu masuk yang diperkuat beton untuk menahan serangan udara. Namun, tidak ada bukti visual yang dapat mengonfirmasi bahwa sentrifugal tersebut sudah beroperasi; para analis menilai bahwa proyek masih berada pada tahap konstruksi atau pengujian awal.

Serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat pada Juni 2025 menargetkan fasilitas pengayaan di Natanz, Isfahan, dan Fordow. Meskipun serangan tersebut menghancurkan infrastruktur di lokasi‑lokasi itu, Donald Trump kemudian mengumumkan rencana untuk memperluas operasi ke “semua instalasi strategis” Iran, termasuk yang berada di Pegunungan Pickaxe. Hingga kini, tidak ada bukti bahwa bunker tersebut telah menjadi sasaran langsung.

Keberadaan fasilitas ini menambah ketegangan dalam negosiasi non‑proliferasi yang sedang berlangsung. IAEA belum dapat mengakses lokasi tersebut karena kedalaman dan perlindungan fisik, sehingga verifikasi independen masih menjadi tantangan utama. Sementara itu, intelijen Israel memperkirakan bahwa Iran mungkin memindahkan sebagian stok uranium yang diperkaya ke Pickaxe setelah serangan Juni 2025, sebagai upaya mengurangi kerentanan terhadap serangan selanjutnya.

Analisis Pakar

Secara strategis, pembangunan fasilitas di bawah tanah seperti di Pegunungan Pickaxe mencerminkan perubahan taktik Iran dalam menghadapi tekanan internasional. Dengan menempatkan komponen kritis di kedalaman ratusan meter, Tehran berupaya mengurangi risiko deteksi satelit dan meningkatkan ketahanan terhadap serangan udara. Pendekatan ini tidak baru; negara‑negara lain yang mengembangkan program nuklir rahasia telah mengadopsi teknik serupa, namun skalanya menandakan ambisi yang lebih besar.

Namun, keberhasilan teknis dari proyek semacam ini masih dipertanyakan. Pembuatan sentrifugal uranium memerlukan toleransi mekanik yang sangat tinggi; menempatkannya dalam lingkungan geologis yang tidak sepenuhnya terkontrol dapat menimbulkan masalah operasional dan keamanan. Tanpa akses IAEA, komunitas internasional tidak dapat menilai apakah fasilitas tersebut memang ditujukan untuk produksi energi damai atau potensi senjata.

Dari perspektif geopolitik, keberadaan bunker ini memperumit dinamika antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Jika Washington memutuskan untuk melancarkan serangan lebih lanjut, risiko eskalasi menjadi lebih tinggi karena Iran dapat mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur yang berada di wilayah kedaulatan mereka, sekaligus memperkuat narasi domestik tentang “perlawanan terhadap agresi luar”. Di sisi lain, Israel mungkin melihat fasilitas ini sebagai titik lemah yang dapat dimanfaatkan untuk menekan Tehran kembali ke meja perundingan.

Terakhir, penting untuk menyoroti peran IAEA. Ketidakmampuan badan tersebut untuk melakukan inspeksi di lokasi ini menimbulkan celah verifikasi yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak untuk memperkuat narasi masing‑masing. Upaya diplomatik yang menekankan transparansi, termasuk tawaran Iran untuk membuka akses terbatas di bawah pengawasan internasional, dapat menjadi langkah pragmatis untuk meredakan ketegangan sambil menjaga hak kedaulatan negara.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Apakah fasilitas di Gunung Pickaxe sudah beroperasi? Berdasarkan analisis satelit dan laporan intelijen, fasilitas tersebut masih dalam tahap konstruksi atau pengujian; belum ada bukti publik yang menunjukkan operasi pengayaan uranium yang aktif.
  • Mengapa Iran memilih lokasi bawah tanah? Lokasi subterranean memberikan perlindungan terhadap serangan udara dan mengurangi kemungkinan deteksi oleh satelit, sehingga meningkatkan keamanan strategis bagi program nuklirnya.
  • Bagaimana reaksi komunitas internasional terhadap keberadaan fasilitas ini? IAEA belum dapat mengakses lokasi tersebut, sehingga belum ada konfirmasi resmi. Negara‑negara Barat, terutama AS dan Israel, menganggapnya sebagai ancaman potensial dan telah menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti jika bukti proliferasi terdeteksi.

Sebagai contoh, Senator AS menyoroti kontroversi kebijakan pertahanan terkait Iran dalam diskusi politik terbaru.

Meow! Tanya Nesi!
😸