Dolar Mengguncang! Rekening Valas RI Naik 58% – Apa yang Benar-Benar Terjadi?
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena yang jarang terjadi dalam sejarah perbankan Indonesia kini menjadi sorotan: jumlah rekening simpanan dalam Dolar Amerika Serikat (USD) mencatat pertumbuhan mencengang sebesar 58,2% secara tahunan pada Mei 2026. Data yang dihadirkan Crysania Suhartanto dalam program Power Lunch menunjukkan bahwa rakyat Indonesia kini lebih memilih menyimpan uangnya di valuta asing, mengingat ketidakpastian ekonomi domestik dan melemahnya Rupiah.
Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD menjadi salah satu faktor utama yang memicu lonjakan minat masyarakat terhadap rekening valas. Ketika Rupiah anjlok hingga 15% dalam enam bulan terakhir, masyarakat berlomba-lomba menukar Rupiah dengan USD untuk melindungi asetnya dari erosi nilai. Namun, bukan hanya faktor psikologis. Kebijakan moneter yang dianggap kurang responsif Bank Indonesia serta ketidakpercayaan publik terhadap stabilitas politik dan ekonomi juga turut memperparah situasi ini.
Menarik perhatian, lonjakan ini tidak hanya terjadi di kalangan kalangan menengah ke atas. Laporan terbaru mengungkap bahwa bahkan nasabah dengan saldo di bawah USD 1.000 pun meningkat drastis, menandakan demam dolar sudah menyebar ke kelas ekonomi lebih luas. Apakah ini tanda awal krisis kepercayaan yang lebih besar? Atau justru langkah adaptif dari pelaku ekonomi menghadapi tantangan global?
BERITA TERKAIT

Babak Baru Skandal Jampidsus: Don Ritto dan Barbuk Rp67,2 Miliar Diseret ke Kejaksaan Agung

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Menguat: Apa yang Terjadi di Pasar Keuangan Global?
