IRGC Serang Pelabuhan Duqm: Balas Dendam di Balik Penutupan Selat Hormuz
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di Sepah News, Korps Garda Revolusi Islami (IRGC) mengaku telah meluncurkan serangan "berat dan mengejutkan" terhadap pusat logistik serta fasilitas pengisian bahan bakar kapal induk Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm, Oman. Operasi tersebut diumumkan sebagai fase ketiga dari respons iran terhadap apa yang di sebut agresi Amerika Serikat, sejalan dengan upaya Teheran untuk menegaskan kebangkitan militernya pasca-pemakaman pejabat tinggi negara.
Menurut sumber militer, kapal penyerang IRGC menargetkan infrastruktur yang allegedly mendukung operasi kapal AS di wilayah tersebut, sekaligus menegaskan bahwa tindakan ini merupakan balas dendam atas penutupan kembali Selat Hormuz oleh angkatan laut IRGC. Pernyataan itu juga menyertakan kutipan AlāQur'an tentang kemenangan Allah, menambah dimensi religius pada operasi militer.
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari rangkaian respons berurutan: dari serangan balistik yang menembak Pangkalan Udara AS di AlāUdeid, Qatar, hingga penangkapan kapal kedua yang melanggar aturan di Selat Hormuz. Semua ini diiringi ancaman lanjutan bahwa agresi ASāIsrael akan dihadapi dengan serangan militer yang lebih besar.
Sementara itu, media internasional melaporkan bahwa perdebatan diplomatik antara Iran dan Oman mengenai situasi Selat Hormuz semakin memanas, sambil menunggu respons dari Washington. Analisis geopolitik menunjukkan bahwa operasi militer IRGC tidak hanya bertujuan mengekspresikan kekuatan, tetapi juga menjadi strategi memaksa Amerika Serikat menegakkan diplomasi yang lebih berhatiāhati.
BERITA TERKAIT

Koperasi Jadi Senjata Utama Pemerintah: Janji Besar atau Sekadar Retorika?

Gempa 5,4 Buol: BPBD Pastikan Tanpa Tsunami, Namun Siapakah yang Siap Menghadapi Gempa Susulan?
