Pertumbuhan Ekspor Laju 6,85%, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

- Pengiriman peti kemas nasional mencatatkan lonjakan signifikan sepanjang Januari hingga September 2026.
- PT Pelindo Terminal Petikemas berhasil mengelola arus peti kemas sebanyak 10,31 juta TEUs , tumbuh 5,80 persen secara year-on-year.
- Capaian ini didorong oleh ekspansi perdagangan luar negeri yang melampaui aktivitas dalam negeri.
Pengiriman peti kemas nasional mencatatkan lonjakan signifikan sepanjang Januari hingga September 2026. PT Pelindo Terminal Petikemas berhasil mengelola arus peti kemas sebanyak 10,31 juta TEUs, tumbuh 5,80 persen secara year-on-year. Capaian ini didorong oleh ekspansi perdagangan luar negeri yang melampaui aktivitas dalam negeri.
Kontribusi terbesar datang dari sektor internasional yang mencatatkan kenaikan arus sebesar 10,34 persen. Volume arus internasional mencapai 3,54 juta TEUs, sementara arus domestik tumbuh 3,57 persen dengan volume 6,77 juta TEUs.
Penguatan Infrastruktur dan Konektivitas Pelayaran
Korporat Secretary Pelindo, Fajar Setyono, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini ditopang oleh penambahan layanan pelayaran baru serta optimalisasi fasilitas di Terminal Teluk Lamong (TTL). Terminal ini mencatat kenaikan arus tertinggi sebesar 23,12 persen dengan 25 kunjungan kapal internasional nonreguler (ad hoc call) yang membawa muatan total 16.014 TEUs hingga September 2026. Pelindo juga memboyong empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit E-RTG di Surabaya untuk mengantisipasi lonjakan volume tersebut.
Responekonomi: Sinyal Positif di Tengah Tantangan
Harry Soetanto, Waketum Bidang Maritim ALFI/ILFA, menyambut positif data ini. Nilai perdagangan internasional tumbuh 6,85 persen, melonjak dari 14,46 juta menjadi 15,45 juta dibandingkan periode yang sama 2025. Kenaikan ini didorong ekspor turunan kelapa sawit, elektronik, dan bahan kimia ke pasar Eropa dan Amerika Selatan. Namun, pakar logistik Puspandam Katias mengingatkan agar pertumbuhan volume tidak hanya berfokus pada kuantitas, melainkan juga pada efisiensi rantai pasok dan penurunan biaya logistik guna menjaga daya saing produk nasional secara keseluruhan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar

Respons Keras Publik, KAI Batalkan Rencana Perubahan Nama Rute Kereta di Gapeka 2026
