Kunjungan Wisman ke Indonesia Tembus 1,43 Juta pada September 2026, Akomodasi Jadi Pengeluaran Terbesar
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Perekonomian Indonesia kembali mendapat suntikan segar dari sektor pariwisata.
- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,43 juta pada September 2026.
- Angka ini didominasi oleh wisatawan dari Malaysia , yang menyumbang 16,76 persen dari total kunjungan.
Perekonomian Indonesia kembali mendapat suntikan segar dari sektor pariwisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,43 juta pada September 2026. Angka ini didominasi oleh wisatawan dari Malaysia, yang menyumbang 16,76 persen dari total kunjungan. Meskipun secara bulanan terjadi kontraksi, kinerja tahunan menunjukkan pertumbuhan positif, menandai pemulihan solid sektor pariwisata pasca-pandemi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, merinci bahwa dari total tersebut, 1,28 juta kunjungan masuk melalui pintu utama, sementara 144.806 lainnya melalui perbatasan. Secara keseluruhan, kunjungan September 2026 turun 10,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya, namun mengalami peningkatan 2,31 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pada kumulatif Januari hingga September 2026, total wisman telah mencapai 12 juta kunjungan, sebuah angka yang nyaris mendekati puncak tertinggi sebelum pandemi, yakni 12,10 juta pada 2019.
Dominasi Paspor Malaysia dan Pergeseran Tren Pengeluaran
Komposisi wisatawan asing menunjukkan dinamika menarik. Selain Malaysia, wisatawan dari Australia (177.350 kunjungan) dan China (153.570 kunjungan) juga mendominasi. Meski kunjungan dari Malaysia dan China turun secara bulanan sebesar 19,24 persen dan 5,53 persen, kunjungan Australia justru tumbuh 3,15 persen. Secara tahunan, China dan Australia menunjukkan pertumbuhan signifikan, masing-masing 35,59 persen dan 8,46 persen. Pintu masuk utama tetap dikuasai oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, dengan Australia sebagai pasar utama di bandara tersebut.
Di samping volume kunjungan, kualitas belanja wisman juga meningkat. BPS mencatat rata-rata pengeluaran per wisman pada kuartal III 2026 mencapai 1.374,48 dolar AS, naik dari 1.285 dolar AS di kuartal sebelumnya. Komposisi pengeluaran tersebut didistribusikan sebagai berikut:
- Akomodasi: 497,12 dolar AS (komponen terbesar).
- Makanan dan Minuman: 271,33 dolar AS.
- Belanja dan Cendera Mata: 148,93 dolar AS.
Optimisme Industri Perjalanan dengan Nilai Tukar Stabil
Peningkatan nilai belanja ini menjadi sinyal positif bagi industri lokal, terutama bagi sektor perhotelan dan F&B. Perhitungan tersebut dilakukan dengan asumsi nilai tukar 1 dolar AS setara Rp18.161. Pertumbuhan kualitas belanja ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang dalam jumlah banyak, tetapi juga memiliki daya beli yang lebih tinggi. Dengan tren kumulatif yang mendekati rekor 2019, Indonesia diprediksi terus menguat menjadi destinasi utama di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh keragaman produk wisata dan stabilitas makroekonomi yang memfasilitasi kemudahan pergerakan internasional.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Ancaman Tersembunyi di Kantor: Risiko Depresi dan Strategi Efektif Mengatasi Perundungan di Tempat Kerja

Polda Metro Jaya Sediakan Layanan SIM Keliling di Lima Titik Jakarta untuk Permudah Perpanjangan Pengemudi

Kemnaker Buka Gelombang Terakhir Registrasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 7, Deadline 11 November
