Jejak Jejak Kuno Shanxi: Delegasi Pemuda Indonesia Buka Era Baru Pertukaran Budaya Nusantara-Tiongkok
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Delegasi pemuda Indonesia baru saja menyelesaikan eksplorasi mendalam terhadap arsitektur kuno dan situs bersejarah di Provinsi Shanxi, Tiongkok.
- Setibanya di Shanxi, delegasi memulai perjalanan budaya di Jalan Zhonglou, sebuah distrik komersial berumur satu abad di kota Taiyuan.
- Di sini, para peserta dimanjakan dengan berbagai produk budaya dan kreatif yang terinspirasi oleh landmark lokal ternama seperti Pagoda Kayu Yingxian, Kuil Jinci, dan Menara Bangau.
Delegasi pemuda Indonesia baru saja menyelesaikan eksplorasi mendalam terhadap arsitektur kuno dan situs bersejarah di Provinsi Shanxi, Tiongkok. Kunjungan ini merupakan bagian integral dari Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Provinsi Shanxi China pertama, sebuah inisiatif strategis yang diselenggarakan oleh Asosiasi Rakyat untuk Persahabatan dengan Negara-Negara Asing Provinsi Shanxi. Program ini menandai hasil nyata dari pertukaran antarmasyarakat menyusul beberapa putaran konsultasi antara perhimpunan persahabatan dari kedua pihak, memperkuat jembatan diplomasi lewat keterlibatan generasi muda.
Setibanya di Shanxi, delegasi memulai perjalanan budaya di Jalan Zhonglou, sebuah distrik komersial berumur satu abad di kota Taiyuan. Di sini, para peserta dimanjakan dengan berbagai produk budaya dan kreatif yang terinspirasi oleh landmark lokal ternama seperti Pagoda Kayu Yingxian, Kuil Jinci, dan Menara Bangau. Fathie Alwina Sampaguita, sekretaris Perhimpunan Persahabatan Indonesia-China, mengungkapkan kekagumannya atas harmoni antara masa lalu dan kini. βIni kunjungan perdana saya ke Taiyuan. Saya sangat terkesan dengan bagaimana Jalan Zhonglou memadukan warisan sejarahnya yang kaya dengan suasana komersial modern yang dinamis,β ujar Sampaguita saat menjajaki sore hari di sepanjang jalan bersejarah tersebut.
Jejak Sejarah Pedagang Shanxi dan Nilai Bisnis Universal
Perjalanan berlanjut ke dua landmark terkemuka yang berkaitan erat dengan sejarah pedagang Shanxi, yaitu Kota Kuno Pingyao dan Kompleks Keluarga Wang. Di Kota Kuno Pingyao, yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO, para pemuda menaiki tembok kota kuno bertanai bata dan menikmati panorama tata kota yang terpelihara dengan baik dari era Dinasti Ming dan Qing (1368-1911). Menyusuri Jalan Selatan yang dipenuhi toko bersejarah, Aswen Susisyo Utomo, wakil sekretaris jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok sekaligus kepala delegasi, menarik paralel menarik. Ia menyampaikan bahwa penekanan pedagang Shanxi pada pemenuhan komitmen dan pemeliharaan kepercayaan sangat selaras dengan nilai-nilai bisnis yang sejak lama dipegang teguh oleh para wirausahawan Tionghoa di Indonesia.
Eksplorasi Cagar Budaya dan Penguatan Persahabatan
Delegasi juga mengunjungi Museum Jinci, di mana mereka berjalan di antara bangunan kuno dan taman yang indah, mengagumi pohon cemara berumur seribu tahun, aliran air di Mata Air Nanlao, dan Panggung Shuijing, sebuah teater opera kuno dengan ornamen rumit. Kunjungan ini memberikan gambaran sekilas tentang pesona khas taman persembahan tradisional di Tiongkok utara. Di Museum Shanxi, peserta menelusuri sejarah daerah melalui artefak berharga seperti bejana anggur ritual berbentuk burung hantu dari Dinasti Shang (1600-1046 SM) hingga pameran perkembangan budaya pedagang Shanxi. Upaya ini diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan antarmasyarakat dan saling pengertian, menyuntikkan momentum baru bagi persahabatan yang langgeng antara Indonesia dan Tiongkok.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Ancaman Tersembunyi di Kantor: Risiko Depresi dan Strategi Efektif Mengatasi Perundungan di Tempat Kerja

Polda Metro Jaya Sediakan Layanan SIM Keliling di Lima Titik Jakarta untuk Permudah Perpanjangan Pengemudi

Kemnaker Buka Gelombang Terakhir Registrasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 7, Deadline 11 November
