20 Kota dari 15 Negara Perkuat Aliansi Global di Ningbo, 14 Proyek Kerja Sama Ditandatangani
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Dialog Wali Kota Global 2026 yang digelar di Ningbo, Tiongkok, menjadi forum strategis penting bagi 20 kota dari 15 negara dan wilayah di lima benua untuk memperdalam kolaborasi lintas batas.
- Rincian cakupan kerja sama tersebut meliputi: Pembentukan hubungan pertukaran persahabatan antarkota.
- Kerja sama ekonomi dan perdagangan berbasis rantai pasokan.
Dialog Wali Kota Global 2026 yang digelar di Ningbo, Tiongkok, menjadi forum strategis penting bagi 20 kota dari 15 negara dan wilayah di lima benua untuk memperdalam kolaborasi lintas batas. Acara yang berlangsung pada 2-5 November ini menghadirkan perwakilan dari berbagai entitas internasional, termasuk UN Global Compact Tiongkok dan Bank Pembangunan Baru BRICS, dengan fokus utama pada eksplorasi peluang keterbukaan dan konektivitas ekonomi global di tengah dinamika geopolitik yang kompleks.
Keikutsertaan para pemimpin kota seperti Wayne Brown, wali kota Auckland, Selandia Baru, serta Ahmed Wazeery dari Mesir, menandai komitmen kuat para partisipan untuk membangun kerangka kerja sama yang lebih inklusif. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah diplomasi antarkota, tetapi juga sebagai platform untuk mengidentifikasi peluang masa depan di sektor logistik cerdas dan manufaktur pintar, yang menjadi daya saing utama Ningbo sebagai gerbang internasional keterbukaan.
Penandatanganan Proyek dan Dampak Ekonomi
Sebagai hasil konkret dari intensitas diskusi, sebanyak 14 proyek kerja sama resmi ditandatangani di bidang pertukaran persahabatan, ekonomi-perdagangan, pendidikan sains, serta pariwisata budaya. Beberapa inisiatif strategis meliputi pembentukan hubungan persahabatan antara Kota Yuyao (Zhejiang) dengan Errachidia (Maroko), serta kemitraan antara Distrik Yinzhou Ningbo dan Kanton Saint-Étienne-du-Rouvray (Prancis). Rincian cakupan kerja sama tersebut meliputi:
- Pembentukan hubungan pertukaran persahabatan antarkota.
- Kerja sama ekonomi dan perdagangan berbasis rantai pasokan.
- Pertukaran dalam bidang pendidikan, sains, dan teknologi.
- Collaborasi pengembangan pariwisata dan budaya.
Para delegasi turut melakukan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Ningbo-Zhoushan, yang diklaim sebagai pelabuhan dengan throughput terbesar di dunia, serta fasilitas logistik dan otomasi di Ningbo Yaji Logistics dan Ningbo PIA Automation Holding Corp. Kunjungan ini bertujuan untuk memahami bagaimana teknologi robot embodied dan logistik cerdas dapat mengoptimalkan keterbukaan tingkat tinggi sebuah kota.
Konsensus Ningbo dan Visi Perdamaian
Salah satu output terpenting acara ini adalah rilis "Konsensus Ningbo tentang Pembangunan Kolaboratif", yang menyerukan kepada kota-kota di seluruh dunia untuk menjunjung tinggi konektivitas, memperdalam kolaborasi industri, serta menjaga stabilitas rantai pasokan global. Joachim Moyse, wali kota Kanton Saint-Étienne-du-Rouvray, Prancis, menegaskan pentingnya forum ini di tengah krisis harapan global, dengan menyatakan bahwa "perdamaian adalah prasyarat besar bagi semua kerja sama".
Moyse menyebutkan bahwa ia akan membawa "hadiah" berupa visi luas Ningbo dalam membangun kota berdasarkan kebutuhan masyarakat sebagai pengalaman berharga untuk dibagikan kepada rekan-rekannya di Prancis. Acara yang menampilkan tema "Keterbukaan dan Konektivitas untuk Peluang Bersama" ini ditutup dengan Night of Ningbo di Tianyi Pavilion, sebuah simbol persahabatan antarkota yang melintasi batas geografis, sekaligus menegaskan peran Ningbo sebagai basis manufaktur maju yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan dunia.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Konser Andrea Bocelli Berjalan Kondusif Meski Dirundung Insiden Pelemparan Batu

Polda Metro Jaya Larang Vape Bagi Anggota Polri dan ASN, Tanggapi Temuan Etomidate di Cartridge

DPR Tancap Gas RUU Perampasan Aset: Target Rampung 15 Desember 2026 dan Dilandasi Masukan Pakar Hukum-Ekonom
