Pilot Learjet Florida Tewas: Nathalia Filgueiras, Anak SMA yang Capai Impian di Usia 20

Tragedi jatuhnya pesawat Learjet 60 di Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, kini terungkap identifikasi korbannya. Nathalia Filgueiras, seorang perempuan berusia 20 tahun, diidentifikasi sebagai pilot yang mengoperasikan pesawat pribadi tersebut saat insiden fatal yang menewaskan seluruh 9 penumpang di dalamnya. Kejadian yang terjadi pada Minggu (1/11) sore ini berlangsung dekat resort milik Presiden Donald Trump, meninggalkan bekas kawah besar setelah jet itu menghantam tanah dan meledak di samping jalan raya.
Filgueiras adalah contoh luar biasa dari pencapaian akademik di bidang penerbangan pada usia muda. Ia mengantongi lisensi pilot resmi saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Perjalanan kariernya dimulai ketika ia mengambil kelas pilot pada tahun 2020, setelah sebelumnya belajar dasar-dasar terbang untuk rekreasi dari ayahnya sejak 2018. Sebagai anak tengah dari tiga bersaudara, mimpinya menjadi pilot terinspirasi setelah diajak terbang dalam pesawat Beechcraft Bonanza milik sang ayah.
Kronologi Kecelakaan dan Latar Belakang Karier
Menurut pernyataan ibunya, Camila Filgueiras, Nathalia bekerja sebagai pilot komersial selama sembilan bulan dan telah mengumpulkan pengalaman terbang sebanyak 1.300 jam. Di balik statenya, Nathalia dikenal sebagai siswa yang berprestasi; ia lulus dari American Flyers, sebuah sekolah penerbangan berbasis di Addison, Texas, dengan cabang di Pompano Beach, Florida. Setelah mengantongi lisensi, ia memulai karier sebagai instruktur di Fort Lauderdale sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan pilot di Learjet tersebut. Keluarga dan rekan-rekannya di industri penerbangan merasa sangat terkesan dengan dedikasi dan kemampuannya dalam menjalankan tugas.
Dampak Tragedi dan Respons Keluarga
Camila dan ayah tiri Filgueiras telah mengonfirmasi bahwa Nathalia adalah kopilot pada penerbangan terakhirnya dari Austin ke Bahama. Meskipun menyedihkan, keluarga mengungkapkan kebanggaan mendalam terhadap pencapaian putrinya yang berhasil mewujudkan mimpinya menjadi pilot maskapai komersial. "Saya tahu pesawat akan membawa dia pergi dari saya. Saya selalu tahu itu, tetapi saya sangat bangga padanya", ungkap Camila, dikutip dari New York Post. Ia juga berbagi kenangan ketika Nathalia yang saat itu berusia 17 tahun melamar bekerja di American Airlines, namun ditolak karena dianggap terlalu muda untuk posisi tersebut. Bagi Camila, meskipun ia menyadari putrinya akan memilih jalur penerbangan, kenyataan bahwa hal itu terjadi di usia yang sangat belasan ini tetap terasa tragis dan tidak disengaja.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Iran Ancam Jangkauan Rudal ke Pangkalan AS di Eropa Jika Agresi Berlanjut

Tentara Yaman Laksanakan 951 Operasi Tempur dalam 24 Jam, Lebih dari 250.000 Warga Terpaksa Mengungsi
