Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Menteri Keuangan Umumkan: Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun di Q3, Berkat Coretax

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Market & Saham
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Keuangan Umumkan: Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun di Q3, Berkat Coretax
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga kuartal III-2026 menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Prestasi ini ditopang oleh lonjakan signifikan pada pendapatan negara yang mencapai Rp2.341,5 triliun , atau tumbuh 25,5% secara tahunan.
  • Secara struktural, penguatan pendapatan didorong oleh berbagai komponen penerimaan negara.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga kuartal III-2026 menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi nasional. Prestasi ini ditopang oleh lonjakan signifikan pada pendapatan negara yang mencapai Rp2.341,5 triliun, atau tumbuh 25,5% secara tahunan. Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (3/11/2026), Suahasil menjelaskan bahwa peran APBN kini semakin optimal dalam menjaga stabilitas fiskal melalui kinerja penerimaan yang positif dan efisiensi belanja negara.

Secara struktural, penguatan pendapatan didorong oleh berbagai komponen penerimaan negara. Berikut rincian realisasi penerimaan hingga akhir September 2026:

  • Penerimaan perpajakan melonjak hingga Rp1.847,7 triliun (tumbuh 21,8% yoy), berkat aktivitas ekonomi yang stabil serta implementasi sistem administrasi Coretax.
  • Kepabeanan dan cukai tercatat Rp240,1 triliun dengan pertumbuhan akumulatif 8,5% yoy.
  • Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp492,3 triliun atau tumbuh 41,7% yoy, yang dinilai pemerintah masih *on track* sesuai target.

Orientasi Belanja Fiskal: Dari Makan Bergizi Gratis Hingga Penataan Infrastruktur

Di sisi pengeluaran, realisasi belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun atau tumbuh 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja pemerintah pusat menyumbang porsi terbesar dengan capaian Rp2.061,3 triliun. Alokasi ini sangat terkonsentrasi pada eksekusi berbagai program prioritas strategis pemerintah, mulai dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), berbagai bantuan sosial, hingga penguatan jaminan kesehatan nasional. Pemerintah memastikan bahwa belanja negara juga dialirkan secara presisi untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pembayaran pensiunan, serta penyaluran subsidi dan kompensasi energi, khususnya untuk bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.

Kesuksesan eksekusi program-program tersebut ditopang oleh berbagai skema perlindungan sosial yang krusial, meliputi bantuan iuran Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN), bantuan sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Komposisi program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah percepatan pembangunan ekonomi nasional.

Memantumkan Fondasi Fiskal Menuju Kuartal Akhir 2026

Sebagai penutup, capaian fiskal ini juga ditopang oleh realisasi pembiayaan anggaran yang mencapai Rp462 triliun atau tumbuh 0,4% secara tahunan. Menurut Menteri Keuangan Suahasil Nazara, seluruh perkembangan data ini membuktikan bahwa APBN tetap berpelan sebagai instrumen fiskal yang tangguh dan efektif. Secara fundamental, strategi fiskal ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap positif, tetapi juga memastikan bahwa seluruh program prioritas pemerintah dapat terlaksana tepat sasaran dan berkelanjutan hingga akhir tahun 2026.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ