Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Lampaui 8 Tahun Menanti, dr Gia Pratama & Istri Sukacai Keberhasilan Bayi Tabung via IVF & PGT-A

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Detik Health
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Lampaui 8 Tahun Menanti, dr Gia Pratama & Istri Sukacai Keberhasilan Bayi Tabung via IVF & PGT-A
BAGIKAN:

Setelah menantikan kehadiran buah hati selama 8 tahun, dr Gia Pratama dan sang istri akhirnya merasakan kebahagiaan yang begitu dinantikan berkat prosedur In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung. Kisah inspiratif ini membuktikan bahwa bagi pasangan yang menghadapi masalah kesuburan, prosedur teknologi reproduksi berbantu (STR) kini menjadi salah satu pilihan medis paling modern dan efektif. Sebagai seorang tenaga medis sekaligus individu yang berjuang dengan masalah reproduksi, perjalanan dr Gia menjadi gambaran nyata bagaimana ilmu pengetahuan dan ketekunan medis dapat membantukeluarga yang mendambakan kehadiran anak, mengakhiri derau emosional yang panjang dari proses panjang yang mereka tempuh.

Prosedur bayi tabung bekerja dengan mempertemukan sel telur dan sel sperma secara terkontrol di dalam laboratorium, kemudian menanamkan embrio yang terbentuk ke dalam rahim ibu. Metode ini memang tidak selalu menjadi pilihan pertama, melainkan menjadi jalan terakhir ketika terapi kesuburan konvensional atau alami sudah tidak memberikan hasil yang efektif. Hal tersebut dipaparkan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr Febriyan Nicolas K, SpOG, yang menjelaskan secara rinci alasan di balik pemilihan jalur reproduksi berbantu ini.

Indikasi Medis dan Proses Kompleks dalam Siklus IVF

Menurut dr Nico, prosedur IVF umumnya direkomendasikan pada pasien yang memiliki hambatan fisik yang membuat pertemuan sperma dan sel telur secara alami tidak mungkin lagi terjadi, contohnya ketika saluran telur tersumbat. Dia menegaskan bahwa proses ini merupakan intervensi medis yang sangat kompleks dan terstruktur, di mana satu siklus dari awal persiapan hingga tes kehamilan resmi biasanya membutuhkan waktu antara 4 hingga 6 minggu secara total. Proses medis tersebut melibatkan beberapa tahapan kunci yang saling berkesinambungan dan sangat presisi:

  • Stimulasi Ovarium: Calon ibu akan disuntikkan hormon khusus untuk mendorong ovarium agar menghasilkan beberapa sel telur matang secara bersamaan, bukan hanya satu.
  • Pengambilan Sel Telur (Egg Retrieval): Sel telur yang sudah matang kemudian diambil secara langsung dari ovarium menggunakan prosedur medis khusus dengan panduan USG.
  • Pembuahan Laboratorium: Sampel sperma suami akan diambil dan diseleksi berdasarkan kualitas, lalu digabungkan dengan sel telur terbaik di laboratorium untuk proses pembuahan.

Tingkat keberhasilan dari seluruh tahapan ini sangat bergantung pada kualitas embrio yang terbentuk. Melalui teknologi PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy), bakal janin akan diuji secara mendalam untuk memastikan kelayakannya sebelum ditanamkan kembali, sebuah langkah yang krusial dalam menghindari kegagalan implantasi.

Transfer Embrio dan Faktor Penentu Kesuksesan

Setelah berhasil melewati tahap seleksi kualitas embrio secara rigor, tahap akhir dari siklus IVF adalah transfer embrio ke dalam rahim calon ibu. Kehamilan yang resmi dimulai baru dapat dikatakan berhasil ketika embrio tersebut benar-benar menempel atau berimplantasi di dinding rahim. Keberhasilan program IVF, seperti yang berhasil diraih oleh dr Gia dan istrinya, pada akhirnya ditentukan oleh kombinasi dari beberapa faktor yang sangat spesifik dan bervariasi.

Faktor penentu keberhasilan IVF yang sangat krusial meliputi usia biologis pasangan, kualitas dari sperma dan sel telur, kondisi optimal dari dinding rahim, serta kesiapan dari sisi fisik dan mental pasangan selama menjalani seluruh rangkaian terapi kesuburan. Keberhasilan teknologi medis mutakhir seperti PGT-A dan penanganan yang disiplin dari tim dokter spesialis kini semakin melebarkan pintu harapan bagi jutaan pasangan yang selama bertahun-tahun mengidamkan kabar gembira.

Meow! Tanya Nesi!
😸