Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Korut Tolak Tuduhan Peretasan Binance, Kim Yo Jong Kecam FBI Sebagai Provokasi

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: CNBC Market & Saham
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Korut Tolak Tuduhan Peretasan Binance, Kim Yo Jong Kecam FBI Sebagai Provokasi
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kim Yo Jong , saudara perempuan Pemimpin Korea Utara, secara tegas menolak tuduhan Amerika Serikat yang mengaitkan negara Pyongyang dengan peretasan Binance senilai US$ 6,3 miliar atau sekitar Rp 114 triliun.
  • Melalui media pemerintah, Ia mengecam keras klaim FBI tersebut sebagai bentuk provokasi politik yang berat.
  • Respons ini disampaikan pada Selasa (3/11/2026), beberapa waktu setelah Biro Investigasi Federal mengaitkan serangan siber tersebut dengan kelompok peretas terafiliasi Korut, yaitu TraderTraitor .

Kim Yo Jong, saudara perempuan Pemimpin Korea Utara, secara tegas menolak tuduhan Amerika Serikat yang mengaitkan negara Pyongyang dengan peretasan Binance senilai US$ 6,3 miliar atau sekitar Rp 114 triliun. Melalui media pemerintah, Ia mengecam keras klaim FBI tersebut sebagai bentuk provokasi politik yang berat. Respons ini disampaikan pada Selasa (3/11/2026), beberapa waktu setelah Biro Investigasi Federal mengaitkan serangan siber tersebut dengan kelompok peretas terafiliasi Korut, yaitu TraderTraitor.

Keberatan ini muncul di tengah upaya pemulihan layanan Binance yang secara bertahap membuka kembali fitur penarikan aset kripto. Namun, di balik klaim politik tersebut, data teknis menunjukkan adanya aktivitas pencucian dana yang sangat masif dan kompleks yang sedang ditelusuri oleh para ahli forensik blockchain global.

Tuduhan Politik vs Realitas Taktik Siber

"FBI mencoba mencap DPRK sebagai 'negara penjahat siber' dengan mengklaim organisasi peretasan 'didukung' oleh DPRK terlibat," kata Kim Yo Jong. Ia menuduh Washington menyesatkan opini publik internasional seolah-olah seluruh kejahatan siber global adalah hasil kerja Korut. Namun, laporan dari firma analitik Elliptic dan Chainalysis mengonfirmasi kecerdasan taktik peretasan tersebut.

  • Peretas menggunakan sekitar 12.000 dompet di 11 jaringan dengan lebih dari 40.000 transaksi dalam 4 hari pertama.
  • Aktivitas terjadi secara terotomasi, dengan rata-rata satu dompet baru dibuat setiap 25 detik.
  • US$ 147 juta didistribusikan ke 7.700 alamat di jaringan Tron sebelum dipindah ke Ethereum.
  • Peretas memanfaatkan bursa terdesentralisasi untuk menukar stablecoin curian ke aset alternatif seperti Ether yang tidak bisa dibekukan penerbitnya.

Jejak Pencucian Dana dan Strategi Mitigasi Binance

Chainalisis mencatat bahwa kelompok terafiliasi Korut memulai fase pencucian baru setelah memindahkan lebih dari US$ 500 juta melalui dompet perantara. Elliptic juga mengidentifikasi 28 Bitcoin senilai US$ 2,2 juta yang melewati 18 transaksi pencampuran untuk menyembunyikan jejak. Meskipun mayoritas dana, yaitu US$ 2,85 miliar atau 44% dari total kerugian US$ 6,43 miliar, berhasil dibekukan atau disita, sisa US$ 3,24 miliar masih berada di alamat terkait pencurian.

Para analis menilai proses pencucian kali ini lebih lambat dibandingkan peretasan Bybit senilai US$ 1,5 miliar pada Februari 2025. Dana yang tersisa diperkirakan akan diubah menjadi Bitcoin secara bertahap dan diuangkan melalui broker over-the-counter dalam beberapa bulan ke depan. Binance menambahkan bahwa mereka telah menutupi 95% nilai kerugian pelanggan, sementara 5% sisanya berupa token kurang likuid yang masih dalam proses pencarian ganti rugi melalui kerja sama dengan mitra industri kripto.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ