Ketua KPK Dorong Distribusi Luas Film ACFFEST ke Bioskop dan Platform Streaming

- Harapan strategis ini diungkapkan langsung oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto saat membuka gelaran ACFFEST 2026 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, pada Selasa (4/11/2026).
- Langkah ini menjadi krusial mengingat ACFFEST 2026 tahun ini menghadirkan 46 film pendek yang ditayangkan secara resmi selama tiga hari, dari 3 hingga 5 November 2026.
- "Tadi sudah saya sampaikan kepada Pak Cahya selaku Plt.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mendorong ekspansi distribusi karya sinema antikorupsi dengan harapan film-film peserta Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) tidak hanya terbatas pada venue festival, melainkan dapat menjangkau audiens lebih luas melalui jaringan bioskop nasional hingga layanan streaming over-the-top (OTT). Harapan strategis ini diungkapkan langsung oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto saat membuka gelaran ACFFEST 2026 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, pada Selasa (4/11/2026). "Harapan saya film-film ini tidak hanya berhenti sampai di sini (festival)," tegas Setyo, menandai pergeseran pendekatan edukasi KPK dari acara seremonial menuju distribusi konten digital yang massal dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi krusial mengingat ACFFEST 2026 tahun ini menghadirkan 46 film pendek yang ditayangkan secara resmi selama tiga hari, dari 3 hingga 5 November 2026. Untuk menjamin legitimasi dan kelayakan tayang publik, Lembaga Sensor Film (LSF) telah memberikan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) kepada seluruh karya yang dipamerkan, sehingga membuka jalan hukum bagi film-film tersebut untuk didistribusikan di platform komersial.
Koordinasi Strategis dengan Deputi Pendidikan KPK
Demi mewujudkan ambisi distribusi lintas platform tersebut, Setyo menyatakan telah melakukan sinergi internal dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Cahya Harefa. "Tadi sudah saya sampaikan kepada Pak Cahya selaku Plt. Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat ya, untuk melakukan koordinasi dan kerja sama dengan beberapa pihak," ujar Setyo. Instruksi ini mengindikasikan bahwa KPK tidak sekadar menggelar kompetisi, melainkan membangun ekosistem kemitraan strategis dengan sektor industri perfilman dan teknologi digital agar pesan antikorupsi dapat menancap di kesadaran masyarakat secara luas.
Keterlibatan sinergi ini juga disertai dengan apresiasi tinggi dari kepemimpinan KPK terhadap para sineas yang berpartisipasi. Setyo menyampaikan hormat yang luar biasa kepada para kreator karena telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan karakter bangsa melalui medium film. "Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berlangsung dan semuanya bisa makin baik," tambahnya, menegaskan komitmen institusi untuk menjaga konsistensi penyelenggaraan festival yang kini memasuki edisi ke-12 tersebut.
Apresiasi Sinema sebagai Instrumen Edukasi
ACFFEST telah lama menjadi instrumen utama KPK dalam membumikan nilai-nilai integritas, dan pendorongan distribusi ke OTT serta bioskop menandai evolusi dari festival menjadi basis data konten antikorupsi. Bagi para sineas, ini adalah pengakuan bahwa film bukan lagi sekadar tontonan, melainkan alat diplomasi sosial yang efektif. Dengan memastikan film-laporan ini lulus sensor dan didistribusikan secara luas, KPK memastikan bahwa pesan anti-rasuah tidak terkurung dalam ruang elit atau aktivis, tetapi hadir di ruang-ruang hiburan publik. Langkah ini menjadikan film sebagai jembatan antara lembaga negara dan masyarakat awam dalam memerangi korupsi.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global

TNI Pastikan Pengamanan Jakarta Humanis, Menko Polkam Anggap Perdamaian Aceh Aset Strategis

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang
