Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kerentanan Siber Global: Kulkas Supermarket di Eropa dan AS Jadi Target Serangan Hacker

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kerentanan Siber Global: Kulkas Supermarket di Eropa dan AS Jadi Target Serangan Hacker
BAGIKAN:

Insiden keamanan siber terbaru mengindikasikan maraknya peretasan terhadap sistem pendingin komersial di seluruh dunia. Supermarket di berbagai negara Eropa, termasuk Swedia, Belgia, Belanda, Luksemburg, dan Irlandia, mengalami anomali temperatur kulkas dan freezer secara tiba-tiba, memaksa perusahaan ritel untuk membuang produk dalam jumlah besar. Laporan ini menggarisbawahi eskalasi ancaman siber pada infrastruktur fisik yang terhubung ke internet, sebuah tren yang sebelumnya telah mengguncang industri makanan di Prancis dan memicu investigasi di pangkalan militer Amerika Serikat.

Pada Senin (1/11), jaringan supermarket Coop di Swedia mengonfirmasi kepada harian Aftonbladet bahwa enam tokonya terdampak. Di benua Eropa, perusahaan ritel Ahold Delhaize melaporkan adanya "insiden IT" di puluhan supermarket mereka di Belgia dan Luksemburg. Juru bicara perusahaan, Sarah De Meester, menegaskan bahwa investigasi mendalam sedang berlangsung menyusul insiden ini. Media lokal Irlandia juga mencatat bahwa 13 supermarket SuperValu terdampak, di mana pihak manajemen menjelaskan bahwa insiden tersebut terbatas pada model pendingin tertentu dan tindakan korektif segera diambil setelah sistem pengawasan memberikan peringatan.

Kronologi Serangan dan Dampak Finansial di Eropa

Sumber-sumber di Belgia, termasuk surat kabar Le Soir, merinci bahwa puluhan toko, termasuk outlet Spar, Shop & Go, dan minimarket Proxy Delhaize, mengalami gangguan serupa. Stephan Moelans, CEO Sabcobel, mengungkapkan bahwa tim teknis dimobilisasi sejak pukul 01.00 dini hari untuk memutus sambungan instalasi yang terpengaruh. Insiden ini menjadi kelanjutan dari serangan masif pada Oktober lalu di Prancis, di mana polisi melaporkan kulkas di 700 supermarket diretas. Dalam kasus Prancis, jaringan Intermarché, Coopérative U, Carrefour, Leclerc, dan Monoprix menjadi korban; peretas mengubah pengaturan suhu dari -27 derajat Celsius menjadi lebih dari 50 derajat Celsius dari jarak jauh. Kerugian finansial sangat signifikan, ditaksir mencapai €130.000 hingga €270.000 per toko, yang memaksa pembuangan massal daging, susu, dan produk beku lainnya.

Ekspansi Ancaman Menuju Pangkalan Militer AS

Kerentanan sistem siber ini tidak hanya terbatas pada sektor ritel Eropa. Data dari Reuters menunjukkan bahwa empat pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa freezer di berbagai pangkalan militer AS mengalami malfungsi yang mencurigakan pada Agustus lalu. Sekitar enam komisariat terdampak, dan Pentagon menduga bahwa insiden misterius tersebut berkaitan dengan peretasan yang sama yang dialami Prancis. Konvergensi serangan di infrastruktur komersial dan militer menandakan adanya pola ancaman siber yang kompleks dan terkoordinasi. Respons cepat dari peritel Eropa, seperti penarikan produk preventif untuk menjamin keamanan konsumen, menunjukkan pentingnya integritas rantai pasokan pangan yang terdigitalisasi di tengah peningkatan risiko serangan siber global.

Meow! Tanya Nesi!
😸