IHSG Anjlok 3,78% ke 4.904,29 Imbas Sentimen Global dan Tekanan El Nino
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami koreksi signifikan pada Selasa sore, ditutup melemah 192,54 poin atau 3,78 persen ke posisi 4.904,29.
- Penurunan ini mengikuti tren "risk off" di bursa kawasan Asia, di mana investor secara agresif mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
- Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga tidak luput dari tekanan, turun 20,62 poin atau 3,98 persen ke level 497,27.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami koreksi signifikan pada Selasa sore, ditutup melemah 192,54 poin atau 3,78 persen ke posisi 4.904,29. Penurunan ini mengikuti tren "risk off" di bursa kawasan Asia, di mana investor secara agresif mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga tidak luput dari tekanan, turun 20,62 poin atau 3,98 persen ke level 497,27.
Sentimen negatif ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Maximilianus Nico Demus alias Nico, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menjelaskan bahwa pasar turut terbebani oleh pelemahan di Wall Street serta tekanan jual pada saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) akibat kekhawatiran biaya yang besar dan pengembalian investasi yang tidak pasti.
Gejolak Pasar Global dan Dinamika Politik Amerika
Dari mancanegara, pelaku pasar berhati-hati menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Nico memproyeksikan bahwa tekanan politik yang meningkat pada pemerintahan Presiden Trump dan Partai Republik terkait tingginya biaya energi dapat memicu inflasi dan mendorong bank sentral global untuk menaikkan suku bunga. Di sisi lain, dinamika diplomatik antara AS dan Iran memberikan dampak terbatas pada sentimen pasar. Meskipun tanda-tanda kemajuan negosiasi perdamaian antara kedua negara meredakan kekhawatiran gangguan pasokan, harga minyak mentah Brent tetap diperdagangkan di sekitar 104 dolar AS per barel, setelah turun sekitar 7 persen pada sesi sebelumnya.
- Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan pemerintahnya telah menerima wewenang lebih besar dari pemimpin tertinggi untuk melanjutkan negosiasi perdamaian.
Dampak El Nino dan Pelemahan Daya Beli Masyarakat
Secara domestik, pelemahan IHSG juga didorong oleh sentimen inflasi pangan yang melonjak. Data menunjukkan inflasi pangan Oktober 2026 naik dari 5,03 persen menjadi 5,81 persen, membuktikan bahwa gangguan pasokan akibat anomali iklim El Nino belum sepenuhnya mereda. Meskipun inflasi inti tercatat turun menjadi 2,56 persen (yoy) dari 2,84 persen, Nico menilai hal ini justru menjadi sinyal negatif karena mengindikasikan melemahnya permintaan riil (demand-pull), khususnya dari kelompok menengah ke bawah yang memangkas belanja non-esensial.
Dibuka menguat, indeks perlahan bergerak ke teritori negatif dan bertahan di zona merah hingga penutupan. Dari sisi sektoral, seluruh 11 sektor melemah dengan sektor barang baku turun paling dalam sebesar 5,86 persen. Frekuensi perdagangan tercatat 1,37 juta kali transaksi dengan nilai Rp26,59 triliun, di mana 717 saham mengalami penurunan nilai.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

LPS Ungkap 25 Juta Penduduk Dewasa Indonesia Belum Miliki Rekening Bank

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar
