Gelombang Protes Gen Z Prancis Melandai, 41 Sekolah Tengah Blokade Pasca Liburan
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Protes yang dikenal dengan istilah Generasi Z di Prancis menunjukkan penurunan signifikan setelah jeda libur dua minggu.
- Pada Senin (2/11), sekitar 41 sekolah menengah dilaporkan diblokade oleh para siswa, atau setara dengan 1% dari total sekolah di negara tersebut.
- Para pelajar berupaya memblokade institusi pendidikan di kota-kota kunci seperti Paris, Marseille, dan Rennes.
Protes yang dikenal dengan istilah Generasi Z di Prancis menunjukkan penurunan signifikan setelah jeda libur dua minggu. Pada Senin (2/11), sekitar 41 sekolah menengah dilaporkan diblokade oleh para siswa, atau setara dengan 1% dari total sekolah di negara tersebut. Data resmi dari Kementerian Pendidikan Prancis menandai kontraksi skala aksi ini dibandingkan minggu-minggu sebelumnya, ketika ratusan dari lebih dari 3.000 sekolah sempat lumpuh akibat gerakan serupa yang menyebar dari pinggiran kota Paris.
Para pelajar berupaya memblokade institusi pendidikan di kota-kota kunci seperti Paris, Marseille, dan Rennes. Meskipun volume aksi menurun, narasi protes tetap berpusat pada keresahan sosial. Gerakan ini awalnya berfokus pada kondisi pendidikan, namun perlahan meluas menjadi kritik terhadap biaya hidup yang melonjak, serta melibatkan serikat pekerja dan aktivis yang sesekali memicu aksi kekerasan.
Dinamika Politik dan Dampak pada Pemerintahan Minoritas
Bulan lalu, eskalasi protes berujung pada bentrokan fisik dengan polisi dan kerusuhan massal di beberapa kota, termasuk perusakan dan penjarahan toko. Kejadian ini menjadi ujian berat bagi pemerintahan minoritas Presiden Emmanuel Macron. Menyikapi situasi terkini, Menteri Pendidikan Edouard Geffray menegaskan bahwa fenomena blokade saat ini bersifat marginal. "Kita hanya berbicara tentang segelintir unit, beberapa sekolah individual," ujar Geffray dalam pernyataan di stasiun radio France Inter, menandakan bahwa daya gedor massa telah mereda secara drastis.
Agrerasi Aspirasi dan Gelombang Global
Di balik meredanya blokade, akar permasalahan yang diadvokasi para siswa semakin terstruktur. Berdasarkan aspirasi yang mengemuka, tuntutan utama meliputi poin-poin strategis berikut:
- Renovasi menyeluruh terhadap infrastruktur sekolah yang sudah tua.
- Peningkatan jumlah tenaga pengajar atau guru.
- Ekspansi kapasitas dan tempat duduk di universitas.
- Reformasi sistem penerimaan mahasiswa yang dinilai tidak adil secara sosial.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar

Respons Keras Publik, KAI Batalkan Rencana Perubahan Nama Rute Kereta di Gapeka 2026
