Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Ekspor Nonmigas Indonesia Tembus 212,27 Miliar Dolar, China Jadi Penopang Utama

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Ekspor Nonmigas Indonesia Tembus 212,27 Miliar Dolar, China Jadi Penopang Utama
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai 212,27 miliar dolar AS sepanjang Januari-September 2026, naik 6,30 persen secara tahunan.
  • "Secara kumulatif, ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat, India, dan juga ke ASEAN mengalami peningkatan," ujar Hartono, menggarisbawahi diversifikasi pasar yang mulai menunjukkan hasil positif.
  • Tren Komoditas dan Pergerakan Impor Nasional Sektor industri pengolahan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekspor nonmigas dengan kenaikan sebesar 8,93 persen secara kumulatif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai 212,27 miliar dolar AS sepanjang Januari-September 2026, naik 6,30 persen secara tahunan. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari pasar global, di mana China menjadi destinasi utama dengan nilai ekspor nonmigas mencapai 54,17 miliar dolar AS hingga kuartal ketiga tahun tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa peningkatan ekspor ke China terutama dipicu oleh tiga komoditas kunci: nikel dan barang turunannya, lemak serta minyak hewani atau nabati, dan bahan bakar mineral. "Secara kumulatif, ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat, India, dan juga ke ASEAN mengalami peningkatan," ujar Hartono, menggarisbawahi diversifikasi pasar yang mulai menunjukkan hasil positif.

Tren Komoditas dan Pergerakan Impor Nasional

Sektor industri pengolahan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekspor nonmigas dengan kenaikan sebesar 8,93 persen secara kumulatif. Di sisi lain, kinerja ekspor migas justru melemah dengan penurunan 9,11 persen menjadi 8,96 miliar dolar AS. Hartono menambahkan bahwa peningkatan ekspor juga tercatat ke Amerika Serikat, India, dan kawasan ASEAN, sementara ekspor ke Uni Eropa dan beberapa tujuan lainnya mengalami kontraksi.

Dari sisi input, Indonesia mencatatkan nilai impor sebesar 210,63 miliar dolar AS selama Januari-September 2026, melonjak 19,67 persen. Rinciannya, impor nonmigas naik 16,92 persen menjadi 178,06 miliar dolar AS, dan impor migas melonjak tajam sebesar 37,35 persen menjadi 32,57 miliar dolar AS. Struktur impor nonmigas masih sangat bergantung pada tiga negara, yaitu:

  • China: Menyumbang 76,16 miliar dolar AS, didominasi mesin dan peralatan elektronik (22,13% dari total impor nonmigas dari China).
  • Jepang dan Australia: Bersama dengan China, ketiganya menyumbang 52,94 persen dari total impor nonmigas nasional.
  • Penurunan: Ekspor ke Uni Eropa dan kawasan tujuan lainnya mengalami tren penurunan selama periode yang sama.

Rekam Jejak Surplus Neraca Perdagangan

Kontrak impor dan ekspansi ekspor nonmigas berhasil menjaga neraca perdagangan barang Indonesia tetap di zona hijau. Pada bulan September 2026 saja, Indonesia mencatat surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS. Surplus ini ditopang oleh perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus 5,67 miliar dolar AS, meski sektor migas masih membukakan defisit 2,31 miliar dolar AS.

Secara kumulatif, neraca perdagangan barang Indonesia selama Januari-September 2026 mencatatkan surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS. Capaian ini didorong oleh surplus perdagangan nonmigas yang sangat besar, yaitu 34,21 miliar dolar AS, yang berhasil menopang defisit perdagangan migas sebesar 23,60 miliar dolar AS. Komoditas lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja menjadi penyumbang utama surplus nonmigas tersebut, menunjukkan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok komoditas global.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ