Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Dolar AS Menguat Tipis ke Rp 18.160, Tekan Mata Uang Rupiah

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: Detik Bursa & Emas
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Dolar AS Menguat Tipis ke Rp 18.160, Tekan Mata Uang Rupiah
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan tipis terhadap rupiah pada perdagangan Selasa (3/11), bergerak di kisaran level Rp 18.160 .
  • Berdasar data Bloomberg , mata uang Paman Sam sempat melemah 0,06% ke Rp 18.145 saat pembukaan pasar pagi, namun berbalik menguat 0,02% dalam waktu singkat.
  • Pergerakan ini terjadi setelah dolar AS ditutup di level Rp 18.156 pada Senin (2/11) kemarin.

Dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan tipis terhadap rupiah pada perdagangan Selasa (3/11), bergerak di kisaran level Rp 18.160. Berdasar data Bloomberg, mata uang Paman Sam sempat melemah 0,06% ke Rp 18.145 saat pembukaan pasar pagi, namun berbalik menguat 0,02% dalam waktu singkat. Pergerakan ini terjadi setelah dolar AS ditutup di level Rp 18.156 pada Senin (2/11) kemarin.

Fluktuasi nilai tukar ini dipengaruhi oleh dinamika pasar global yang membuat dolar AS bergerak variatif di hadapan mata uang negara lain, sehingga memberikan sentimen campuran bagi investor domestik yang memantau stabilisasi Rupiah.

Rincian Pergerakan Dolar terhadap Mata Uang Dunia

Di pasar global, kekuatan Dolar AS tidak merata terhadap seluruh mata uang besar. Terdata melemah terhadap berbagai indeks Euro (EUR), Pound Sterling (GBP), dan Yen Jepang (JPY), serta turun signifikan di hadapan Dolar Australia (AUD).

  • Terhadap EUR: Melemah 0,03%
  • Terhadap GBP: Melemah 0,04%
  • Terhadap JPY: Melemah 0,03%
  • Terhadap AUD: Melemah 0,11%
  • Terhadap CAD dan CHF: Menguat masing-masing sebesar 0,05% dan 0,11%

Dampak Nilai Tukar terhadap Stabilitas Pasar

Pergerakan variatif Dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam menilai risiko volatilitas global. Penguatan Dolar AS terhadap CAD dan CHF, di samping penguatannya terhadap Rupiah, menandakan bahwa mata uang dolar masih menjadi tempat berlindung (safe haven) yang relatif kuat di tengah ketidakpastian ekonomi regional. Bagi pasar Indonesia, pemantauan ketat terhadap level Rp 18.160 menjadi krusial untuk mitigasi risiko impor dan stabilitas cadangan devisa.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ