Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Dari Lapak Sempit Menuju 270 Nasabah: Farida Soleha Ubah Sampah Multi-layer jadi Manfaat Sosial

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Dari Lapak Sempit Menuju 270 Nasabah: Farida Soleha Ubah Sampah Multi-layer jadi Manfaat Sosial
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Farida Soleha , Ketua RT 10 RW 07 Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur, sukses mengubah paradigma pengelolaan sampah di lingkungannya melalui program Bank Sampah Kerabat Rawabadung (BSKRB) .
  • Alih-alih sekadar memproses limbah, Farida menginisiasi gerakan "nabung sampah" yang hasilnya bisa digunakan untuk bersedekah.
  • "Sosialisasi ke warga-warga sekitar di RW 7 dengan ayo melakukan gerakan nabung sampah.

Farida Soleha, Ketua RT 10 RW 07 Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur, sukses mengubah paradigma pengelolaan sampah di lingkungannya melalui program Bank Sampah Kerabat Rawabadung (BSKRB). Alih-alih sekadar memproses limbah, Farida menginisiasi gerakan "nabung sampah" yang hasilnya bisa digunakan untuk bersedekah. "Sosialisasi ke warga-warga sekitar di RW 7 dengan ayo melakukan gerakan nabung sampah. [Hasilnya] mau disedekah ada, mau ditabung juga ada," ujar Farida pada Selasa (3/11). Inisiatif ini menjadi salah satu sorotan utama dalam program Pilah Olah Sampah Heroes 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejak berdiri pada tahun 2015, BSKRB bermula dari tempat yang sangat sederhana, yakni lapak di rumah berukuran kecil atau lahan lapangan terbuka. Kini, institusi kerakyat ini tengah mengurus persuratan legalitas untuk menempati lahan milik perusahaan setempat secara permanen. Ekspansi ini membawa dampak signifikan pada basis pengguna; BSKRB kini melayani sekitar 270 nasabah aktif serta memiliki tiga sekolah binaan. Kapasitas kerja bank sampah ini dinilai cukup besar, mampu menampung dan mengolah sampah anorganik sebanyak 1 hingga 1,5 ton setiap bulannya, berkat kolaborasi erat dengan para kader warga.

Strategi Sosial-Ekonomi dan Inovasi Pengolahan Multi-layer

Dalam operasionalnya, BSKRB menerapkan dua model partisipasi warga: opsi menabung untuk keuntungan pribadi, dan opsi bersedekah untuk amal. "Alhamdulillah, sudah berjalan hampir 3 tahun dan sudah bermanfaat untuk sunatan massal, santunan yatim, dan Dhuafa," ungkap Farida. Untuk memperluas jangkauan, BSKRB juga mengadopsi teknologi melalui kolaborasi dengan platform digital. Platform ini memungkinkan warga mengumpulkan sampah untuk dipertukarkan dengan poin, yang selanjutnya dapat ditukar dengan kebutuhan pokok atau sembako. Selain aspek ekonomi, tim bank sampah juga mengembangkan keterampilan mengolah sampah multi-layer, yakni kemasan dengan kombinasi lapisan bahan berbeda. Inovasi ini mencakup pembuatan kostum, kerajinan rajut, wayang, hingga memotong baju bekas menjadi keset dan produk kemasan minyak goreng, sebuah pengolahan mendalam yang jarang dilakukan oleh masyarakat umum.

Penghargaan Pilah Olah Sampah Heroes 2026 dan Dampak Lingkungan

Aksi nyata Farida Soleha mengukuhkan posisinya sebagai satu dari total 15 peserta kategori penggerak yang lolos ke babak verifikasi lapangan Pilah Olah Sampah Heroes 2026. Program ini diinisiasi oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta untuk mengapresiasi tokoh yang aktif mengajak warga peduli sampah. Dari hasil verifikasi lapangan, 10 peserta terpilih akan melaju ke tahap final pada Senin (9/11). Pemenang penghargaan ini akan diumumkan pada acara penganugerahan Selasa (10/11) mendatang, di mana pemberian penghargaan dilaporkan akan dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Keberhasilan BSKRB membuktikan bahwa pengelolaan sampah di tingkat lingkungan tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi dan solidaritas sosial yang kuat.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ