BSN Genjot Daya Saing UMKM: Sinergi Ritel dan SNI Jadi Pintu Masuk Produk Lokal ke Pasar Global
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Menurut Donny, penerapan standar yang ketat bukan sekadar formalitas, melainkan strategi utama untuk membangun kepercayaan konsumen.
- "Mutu merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan konsumen.
- BSN berkomitmen terus meningkatkan kapasitas produk UMKM agar mampu memenuhi persyaratan teknis negara tujuan ekspor, bukan hanya pasar domestik.
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menegaskan bahwa sinergi antara sektor ritel dan budaya mutu merupakan fondasi krusial untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta melonjakan daya saing produk Indonesia di kancah internasional. Dalam rangkaian peringatan Hari Ritel Nasional dan Bulan Mutu Nasional 2026 di Bandung, Kepala BSN Donny Purnomo menyoroti pentingnya memperluas edukasi penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara masif, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengelola jaringan ritel modern.
Menurut Donny, penerapan standar yang ketat bukan sekadar formalitas, melainkan strategi utama untuk membangun kepercayaan konsumen. "Mutu merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan konsumen. Penerapan SNI serta pemenuhan standar internasional bagi produk dalam negeri akan memudahkan jaringan ritel kita menjadikan produk lokal sebagai etalase dan titik transaksi utama di pasar global," ujar Donny pada Senin. BSN berkomitmen terus meningkatkan kapasitas produk UMKM agar mampu memenuhi persyaratan teknis negara tujuan ekspor, bukan hanya pasar domestik.
Mendorong Ekspansi Mutu Melalui Ekosistem Ritel
Di sisi kebijakan, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa jaringan ritel modern berperan strategis sebagai batu loncatan bagi UMKM untuk menembus pasar global. Budi menjelaskan bahwa masuknya produk lokal ke gerai ritel modern menandakan adanya jaminan kualitas dan kesiapan standar. "Ritel modern ini salah satu tempat untuk standarisasi. Jadi kalau produk-produknya sudah masuk di ritel, pasti produknya berkualitas dan bagus. Kalau sudah masuk di ritel, berarti untuk ekspor akan lebih mudah," tegasnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, BSN bersama asosiasi seperti Aprindo dan kementerian terkait membentuk kolaborasi strategis untuk memastikan ketersediaan produk bermutu tinggi di seluruh pasar nasional. Budi menambahkan bahwa pemerintah dan asosiasi kini gencar melakukan pendampingan agar produk lokal tidak hanya menguasai pasar domestik yang besar, tetapi juga memenuhi kriteria ekspor internasional. Beberapa poin kunci dari inisiatif strategis ini meliputi:
- Peningkatan kapasitas produk UMKM agar sesuai standar teknis negara tujuan ekspor.
- Pemanfaatan jaringan ritel modern sebagai sarana efektif untuk standarisasi mutu dan peningkatan daya saing.
- Pendampingan berkelanjutan oleh pemerintah dan Aprindo untuk memastikan produk lokal kompetitif di pasar global.
Dominasi Produk UMKM di Ritel Modern
Saat ini, dominasi produk lokal di gerai ritel modern telah mencapai capaian signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa porsi produk UMKM di gerai ritel modern telah mencapai sekitar 80 persen. Angka ini menandakan pergeseran paradigma di mana produk dalam negeri tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan menjadi tulang punggung perdagangan nasional. Ekosistem ini diharapkan terus berkembang melalui integrasi standar mutu yang tinggi, sehingga setiap produk yang beredar di ritel modern memiliki kesiapan penuh untuk bersaing secara adil di pasar global.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Polda Metro Jaya Sediakan Layanan SIM Keliling di Lima Titik Jakarta untuk Permudah Perpanjangan Pengemudi

Kemnaker Buka Gelombang Terakhir Registrasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 7, Deadline 11 November

BPS Catat Lonjakan Harga Cabai 23,47 Persen, Ancam Stabilitas Inflasi Pangan Nasional
