Bedah Kandungan Gizi Teh Talua: Lebih dari Sekadar Minuman Manis, Dukung Imunitas hingga Fungsi Kognitif
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Di balik rasa manis dan tekstur creamy yang khas, teh talua Sumatera Barat menyimpan profil gizi yang signifikan bagi kesehatan tubuh. Kombinasi unik antara telur ayam kampung, susu kental manis (SKM), jeruk nipis, dan teh tidak hanya menyajikan cita rasa, tetapi juga menyuplai 145 hingga 150 kkal energi per gelasnya. Berdasarkan analisis mendalam, minuman tradisional ini berfungsi sebagai sumber protein, antioksidan, serta mikronutrien penting yang mendukung berbagai sistem organ, mulai dari imunitas hingga kesehatan mata.
Dari sisi komposisi gizi, setiap bahan penyusun memainkan peran spesifik. Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017, satu butir telur ayam kampung berkontribusi 6 gram protein, 42 kkal energi, serta berbagai vitamin seperti A, B12, dan mineral seperti selenium dan zat besi. Sementara itu, takaran 30 gram SKM memberikan tambahan 18 gram karbohidrat dan energi sebanyak 100 kkal, yang berfungsi sebagai sumber bahan bakar harian. Kehadiran jeruk nipis melengkapi profil nutrisi dengan vitamin C, sedangkan teh menyumbang polifenol dan kafein yang memiliki aktivitas antioksidan dan efek stimulasi ringan.
Peran Aktif dalam Mendukung Imunitas dan Fungsi Kognitif
Manfaat teh talua tidak terbatas pada energi semata, melainkan juga mencakup dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh dan fungsi saraf. Kolin dari kuning telur berperan krusial dalam membentuk fosfolipid membran sel dan asetilkolin, neurotransmiter yang vital untuk komunikasi antarsel saraf. Selain itu, vitamin B kompleks dari telur terlibat dalam produksi serotonin dan dopamin, yang membantu mengatur suasana hati dan mengurangi risiko gangguan mood. Dikombinasikan dengan efek fokus sementara dari kafein dalam teh, minuman ini menjadi salah satu cara alternatif untuk menjaga kewaspadaan saat beraktivitas, meskipun respons setiap individu terhadap kafein tetap bervariasi.
Kesehatan Mata dan Pandangan Proporsional Konsumsi Gula
Secara visual, teh talua juga memberikan manfaat untuk kesehatan mata melalui kandungan lutein dan zeaksantin yang terkumpul di retina. Kedua karotenoid ini bertindak sebagai antioksidan pelindung jaringan mata dari stres oksidatif. Meskipun jumlahnya dalam satu butir telur tidak berlebihan, variasi asupan melalui teh talua tetap berkontribusi pada kesehatan mata secara keseluruhan. Namun, aspek terpenting yang perlu diperhatikan adalah kontrol gula. SKM 30 gram sudah cukup untuk memberikan rasa manis, sehingga pembaca diimbau untuk tidak menambahkan gula pasir lagi agar total asupan gula harian tetap berada di bawah ambang batas rekomendasi Kementerian Kesehatan, yaitu maksimal 50 gram per hari untuk orang dewasa.
BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Ahli Gizi Peringatan: Ketiduran Waktu Tidur Acak Berpotensi Naikkan Risiko Hipertensi dan Gangguan Jantung

Dampak Konsumsi Rutin Kacang Tanah terhadap Penyimpanan Memori pada Lansia

Risiko Cedera Kaki Misterius Pasca-Maraton: Bahaya Sesamoid, Kuboid, dan Navikular yang Sering Diabaikan
