Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Banjir Aceh Barat Berakhir: 105 Pengungsi Dinyatakan Aman Kembali ke Rumah

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Banjir Aceh Barat Berakhir: 105 Pengungsi Dinyatakan Aman Kembali ke Rumah
BAGIKAN:

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Dharmawan, mengumumkan berakhirnya status pengungsian akibat banjir yang melanda wilayahnya. Sebanyak 105 jiwa atau 35 Kepala Keluarga (KK) dari dua kecamatan utama kini telah dipastikan kembali ke rumah masing-masing dengan selamat. Pernyataan ini menegaskan tidak adanya lagi masyarakat yang harus tinggal di tempat pengungsian sementara akibat luapan air di Kabupaten Aceh Barat.

Penormalan situasi ini menjadi kabar gembira bagi warga di tengah dampak hujan lebat yang sebelumnya memicu banjir di 44 desa. Plt. Kepala BPBD tersebut menegaskan optimisme pemulihan kondisi sosial masyarakat pasca-bencana, menandakan bahwa fase darurat akut telah usai meskipun langkah kesiapsiagaan tetap dilanjutkan.

Rincian Lokasi dan Jumlah Pengungsi yang Berpulang

Proses kepulangan pengungsi terbagi di dua wilayah strategis di Kabupaten Aceh Barat. Di Kecamatan Woyla Barat, terdapat 20 KK atau 60 jiwa yang sebelumnya mengungsi di Bale Dayah dan Masjid Napai. Mereka dipaksa meninggalkan rumah akibat genangan air yang cukup tinggi. Di sisi lain, di Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, tercatat 15 KK atau 45 jiwa dari wilayah pedalaman yang juga mengungsi dan kini telah pulang.

  • Kecamatan Woyla Barat: 20 KK (60 jiwa) dari posko Bale Dayah dan Masjid Napai.
  • Kecamatan Sungai Mas: 15 KK (45 jiwa) dari wilayah Desa Tungkop.
  • Total keseluruhan yang terdampak dan telah kembali: 35 KK (105 jiwa).

Antisipasi Lanjutan dan Sinergi Lintas Sektor

Meskipun pengungsi telah pulang, BPBD Aceh Barat menegaskan bahwa pemantauan tidak berhenti di situ. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops-PB terus disiagakan untuk memantau perkembangan di lapangan. Personel juga ditempatkan di posko utama Mako BPBD untuk melakukan asesmen cepat (*rapid assessment*) guna memastikan tidak ada kembali atau potensi bencana baru, serta mengevaluasi jangkauan wilayah dan jumlah jiwa terdampak.

Dharmawan menekankan bahwa penanganan darurat ini merupakan hasil kolaborasi kuat atau sinergi lintas unsur. Kerjasama ini melibatkan Pemkab Aceh Barat, TNI, Polri, RAPI Aceh Barat, UKM PK UTU, hingga aparatur gampong dan kecamatan. Partisipasi aktif masyarakat setempat turut menjadi kunci dalam percepatan pemulihan kondisi ini.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸