Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

44 Desa di Aceh Barat Terendam Banjir Usai Sungai Meluap Pasca-Hujan Lebat

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Antara News
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

44 Desa di Aceh Barat Terendam Banjir Usai Sungai Meluap Pasca-Hujan Lebat
BAGIKAN:

Kabupaten Aceh Barat resmi mencatat 44 desa yang terdampak bencana banjir luapan menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengonfirmasi bahwa genangan air telah merendam berbagai permukiman di 10 kecamatan, memicu kerusakan infrastruktur seperti badan jalan, pagar sekolah, hingga terputusnya akses antar-warga.

Kondisi darurat ini terjadi setelah aliran sungai-sungai utama di wilayah itu mengalami peningkatan volume air secara signifikan sejak Sabtu (31/10). Dharmawan, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, menyatakan bahwa petugas lapangan masih terus dikerahkan untuk melakukan pendataan mendalam guna memastikan skala dampak bencana serta kebutuhan mendesak warga terdampak.

Rincian Wilayah Terdampak dan Kerusakan Infrastruktur

Distribusi dampak banjir menyebar luas di berbagai kecamatan dengan tingkat kerusakan yang beragam. Di Kecamatan Pante Ceureumen, desa seperti Keutambang, Lawet, dan Sikundo mengalami kerusakan serius di mana badan jalan dan fasilitas sekolah tergerus derasnya arus. Sementara itu, banjir di Kecamatan Sungai Mas memengaruhi empat desa, yaitu Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong. Kecamatan lain seperti Woyla Barat, Woyla, Woyla Timur, Arongan Lambalek, Panton Reue, dan Kaway XVI juga melaporkan luapan air yang merendam rumah penduduk, dengan total 44 gampong/desa yang kini menjadi fokus perhatian tim tanggap darurat.

Respons Penanggulangan dan Dampak Sosial-Ekonomi

Sumber utama banjir ini identifikasi sebagai meluapnya Krueng/Sungai Meureubo di Kecamatan Pante Ceureumen dan Krueng Woyla di Kecamatan Sungai Mas. Dharmawan menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama meluapnya kedua aliran sungai tersebut, yang mengakibatkan puluhan desa tergenang dan merusak fasilitas umum. "Luapan sungai tersebut mengakibatkan puluhan desa di berbagai kecamatan tergenang air, serta merusak sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum," ujar Dharmawan kepada ANTARA. Sebagai tindak lanjut, BPBD telah mengerahkan personel untuk menyalurkan bantuan logistik dan melakukan evakuasi bagi warga yang terisolasi, guna memulihkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat pasca-banjir.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸