Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

VKTR Catatkan Penjualan Kendaraan Listrik Rp186 M, Melonjak 91% hingga September 2026

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: Detik Bursa & Emas
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

VKTR Catatkan Penjualan Kendaraan Listrik Rp186 M, Melonjak 91% hingga September 2026
BAGIKAN:

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) baru saja mencatatkan pencapaian signifikan dalam segmen kendaraan listrik dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 186 miliar dari Januari hingga September 2026. Angka ini menunjukkan lonjakan impresif sebesar 91% secara tahunan (year-on-year/YoY), melampaui Rp 98 miliar yang dicatat pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini tidak hanya menjadi sorotan utama, tetapi juga memperlihatkan pergeseran strategis dalam struktur pendapatan perusahaan yang kini semakin bergantung pada transisi ke industri kendaraan listrik komersial.

Penguatan Fondasi dan Peran Kendaraan Listrik Komersial

Kontribusi penjualan kendaraan listrik terhadap total pendapatan perusahaan meningkat tajam dari 14% menjadi 17% sepanjang periode tersebut. Peningkatan ini mencerminkan semakin besarnya peran bisnis kendaraan listrik dalam struktur pendapatan Perseroan, sekaligus menunjukkan kemajuan VKTR dalam memperluas penetrasi pasar. A. Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR, menegaskan bahwa fokus perusahaan bukan hanya pada peningkatan angka penjualan semata, melainkan juga pada pembangunan fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui penguatan manufaktur dalam negeri.

Bakrie menyatakan, "Fokus kami bukan hanya meningkatkan penjualan kendaraan, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui penguatan manufaktur dalam negeri, perluasan portofolio, serta pengembangan solusi yang membuat adopsi kendaraan listrik semakin relevan secara operasional dan finansial bagi pelanggan." Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (31/10/2026), sejalan dengan fakta bahwa perkembangan kendaraan listrik komersial di Indonesia semakin membuka peluang bagi VKTR untuk memperluas perannya dalam industri otomotif nasional.

Pertumbuhan Laba Bersih dan Posisi Neraca yang Stabil

Secara keseluruhan, VKTR mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 1,06 triliun, meningkat 49% YoY dibandingkan Rp 717 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di samping itu, bisnis manufaktur suku cadang otomotif turut menyumbang pendapatan sebesar Rp 880 miliar, naik 41% YoY dari Rp 623 miliar pada periode 2025, didukung oleh pertumbuhan aktivitas industri otomotif nasional sebesar 42%. Pertumbuhan aktivitas ini sejalan dengan data GAIKINDO per September 2026 yang menyoroti segmen kendaraan komersial yang terus bergerak naik.

Hasil akhir dari pertumbuhan pendapatan ini tercermin dalam laba bersih perusahaan yang mencapai Rp 12,1 miliar, meningkat 47% YoY dari Rp 8,2 miliar pada 2025. Peningkatan ini didorong oleh pengendalian biaya yang lebih baik di tengah naiknya aktivitas bisnis. Dari sisi neraca hingga akhir September 2026, total aset Perseroan tumbuh 13% secara year-to-date (YTD) menjadi Rp 2.026 miliar, sementara total liabilitas naik 39% menjadi Rp 768 miliar. Posisi ekuitas yang meningkat 1% menjadi Rp 1.258 miliar menunjukkan permodalan yang relatif stabil, menegaskan komitmen VKTR dalam menjaga efisiensi operasional di tengah ekspansi skala usaha.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ