Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Truk Molen Tabrak Halte Bekasi: 6 Tewas, Sopir TM Dimintai Keterangan sebagai Saksi

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: CNN Nasional
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Truk Molen Tabrak Halte Bekasi: 6 Tewas, Sopir TM Dimintai Keterangan sebagai Saksi
BAGIKAN:

Polisi resmi mengamankan sopir truk molen berinisial TM yang terlibat dalam kecelakaan maut di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Insiden tragis yang terjadi di depan halte Kampus BSI ini mengakibatkan enam orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka. Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Putu Kholis Aryana, mengonfirmasi bahwa sopir tersebut telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan mendalam di Mapolres Metro Bekasi Kota guna mengungkap penyebab pasti jatuhnya korban jiwa tersebut.

Proses Hukum dan Pendalaman TKP

Saat ini, TM masih berstatus sebagai saksi dalam proses penyelidikan. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa status tersebut dapat berubah menjadi tersangka apabila bukti-bukti yang dikumpulkan telah mencukupi untuk menaikkan perkara ke tahap penyidikan. Langkah penyelidikan ini mencakup olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti fisik, serta pendataan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi. Pihak otoritas juga sedang menelaah riwayat perawatan kendaraan bermuatan semen tersebut, termasuk kepatuhan terhadap kewajiban uji KIR untuk memastikan apakah ada kelalaian teknis yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

Dari sisi kronologi, keterangan saksi menunjukkan bahwa truk bernomor polisi B 9548 MV tersebut melaju dari arah timur menuju barat di jalanan yang menurun. Diduga gangguan pada sistem pengereman membuat kendaraan tidak terkendali saat sopir mencoba membanting setir ke arah tembok pembatas kampus. Manuver penghindaran tersebut gagal mencegah truk menabrak para pengguna jasa transportasi umum yang sedang menunggu di halte.

Impact dari benturan keras ini cukup berat. Enam korban meninggal dunia, yang terdiri dari satu anak dan lima orang dewasa, telah dievakuasi ke RS Siloam Rawa Panjang dan RSUD Kota Bekasi. Sementara itu, enam korban luka kini menjalani perawatan intensif, di mana empat orang dirawat di RS Juwita dan dua orang lainnya di RS Siloam Rawa Panjang. Putu menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa enam warga Kota Bekasi akibat peristiwa dahsyat yang mengguncang jalanan di wilayah Rawalumbu ini.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ