Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tentara AS Didakwa Curang Rp7,2 Miliar di Polymarket, Manfaatkan Rahasia Militer Venezuela

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Market & Saham
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Tentara AS Didakwa Curang Rp7,2 Miliar di Polymarket, Manfaatkan Rahasia Militer Venezuela
BAGIKAN:

Seorang anggota militer aktif Amerika Serikat (AS) kini menghadapi dakwaan federal berat setelah dituduh mengeksploitasi informasi rahasia operasi penangkapan Presiden Venezuela NicolΓ‘s Maduro untuk meraup keuntungan fantastis di pasar prediksi digital. Gannon Ken Van Dyke, yang bermarkas di Fort Bragg, North Carolina, diduga memanipulasi kontrak taruhan di platform Polymarket untuk mencatatkan keuntungan bersih sebesar US$409.881, atau setara dengan Rp7,24 miliar, berdasarkan estimasi nilai tukar saat ini.

Mekanisme Pelanggaran dan Aksi Menyembunyikan Jejak

Dakwaan mengungkapkan bahwa Van Dyke menggunakan aksesnya terhadap data sensitif operasi militer AS di Venezuela untuk memasang sekitar 13 taruhan pada periode Desember hingga Januari. Taruhan tersebut berfokus pada posisi spesifik seperti "US Forces in Venezuela" dan "Maduro out" dengan total nilai investasi US$33.034. Setelah memastikan kemenangan, terdakwa diduga berupaya mengelabui sistem dengan menyembunyikan identitasnya di pasar prediksi, terutama setelah muncul sinyal aktivitas perdagangan yang tidak wajar terkait kontrak Maduro. Untuk mengaburkan jejak digital dan finansialnya, Van Dyke dilaporkan memindahkan sebagian besar dana hasil curang ke brankas kripto luar negeri sebelum kemudian mengalihkannya ke akun broker daring baru yang dibuat khusus untuk menghindari deteksi otoritas.

Teguran Hukum dan Dampak bagi Integritas Pasar Prediksi

Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan bahwa meskipun akses ke pasar prediksi merupakan fenomena baru, hukum federal terkait perlindungan informasi keamanan nasional tetap berlaku ketat. Blanche menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada personel militer untuk menjaga kerahasiaan misi tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan finansial pribadi. Kasus ini ditangani serius dengan didakwakan tiga pelanggaran Commodity Exchange Act, satu tuduhan penipuan kabel (wire fraud), serta satu dakwaan transaksi moneter ilegal. Setiap dakwaan membawa ancaman hukuman penjara maksimal antara 10 hingga 20 tahun. Jaksa wilayah New York Selatan, Jay Clayton, juga menegaskan bahwa pasar prediksi bukanlah ruang bebas hukum di mana informasi rahasia negara dapat diperealisasi menjadi keuntungan pribadi.

Sebagai langkah respons, pihak Polymarket menyatakan telah berhasil mengidentifikasi pengguna yang menggunakan informasi pemerintah rahasia tersebut. Platform ini kemudian melapor ke Departemen Kehakiman dan bekerja sama sepenuhnya dalam proses penyelidikan. Proses hukum awal dimintai di pengadilan federal North Carolina sebelum akhirnya dialihkan ke pengadilan federal Manhattan di bawah yurisdiksi yang lebih ketat. Hingga saat ini, Van Dyke belum memberikan komentar resmi dan tidak ada informasi yang dikonfirmasi mengenai tim penasihat hukumnya. Pentagon pun mengalihkan pertanyaan kepada Angkatan Darat AS, yang hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terhadap kasus yang mengungkap celah keamanan siber di era keuangan terdesentralisasi ini.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸