Saham Intel Anjlok 29%, Investasi Pemerintah AS Rugi Rp 218 Triliun
Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Saham Intel anjlok 29% pada hari Jumat waktu setempat, mencatatkan penurunan terbesar sejak era 1970-an. Penurunan ini mengakibatkan kerugian sebesar Rp 218 triliun bagi pemerintah AS yang memiliki 10% saham perusahaan. Kinerja yang mengecewakan disebabkan oleh penutupan pabrik di Israel dan kelesuan pasar PC, yang memperparah tekanan pada CEO baru Lip-Bu Tan.
Perusahaan semikonduktor raksasa ini mengalami tekanan berlipat ganda. Penutupan pabrik di Israel akibat ledakan yang menewaskan dua pekerja menyebabkan kerugian hingga USD 600 juta selama dua kuartal. Di sisi lain, pasar PC global melambat 4% pada kuartal kedua 2025, menurut Counterpoint Research, yang memperkuat prediksi penurunan permintaan.
Kinerja Intel yang Mengecewakan dan Dampak Pabrik Israel
Proyeksi kinerja Intel yang lebih lemah dari ekspektasi menjadi pemicu utama anjloknya saham. Kepala Keuangan David Zinsner mengakui pelambatan pasar PC akan berlanjut hingga paruh pertama 2026. Penutupan pabrik di Israel, yang dianggap sebagai kecelakaan tragis oleh CEO Lip-Bu Tan, menyebabkan gangguan pengiriman chip 10 nanometer dan kerugian pendapatan.
Analisis dari D.A. Davidson menurunkan peringkat saham Intel dari
BERITA TERKAIT (Teknologi)
HKMA Klaim Progres Strategi Fintech Satu Tahun, Fokus pada AI dan Tokenisasi

Komdigi Klarifikasi Kepmen 127: Kritik dan Jurnalisme Aman dari Takedown Sepihak

Riset NOAA Ungkap: Awan Tropis Mempercepat Pemanasan Global 71% Lebih Cepat dari Prediksi
