Gang Peretas Bobol Sekali Waktu Billboard Digital di Lima Negara, Tampilkan Konten Pornografi
Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Sejumlah papan iklan digital LED di Mesir, Malaysia, Brasil, serta diduga di Irak dan China mendadak menayangkan video pornografi secara bersamaan. Insiden tersebut di klaim oleh grup peretas anonim melalui platform Telegram yang mengejek kelemahan sistem keamanan pengelola. Mereka menyatakan tidak meretas fisik papan secara individual, melainkan mengeksploitasi celah keamanan pada perangkat lunak yang bertanggung jawab mengirim konten ke layar LED. Operasi tersebut berhasil dilakukan hanya dengan pemindaian acak otomatis selama kurang lebih dua jam.
Perwakilan grup peretas, yang menggunakan nama samaran Never, 19ylegal, CH, dan Nivex, menegaskan bahwa tujuan utama aksi ini bukan untuk meminta uang tebusan. Sebaliknya, mereka ingin membuktikan betapa rentannya infrastruktur publik global yang terhubung ke internet tanpa perlindungan dasar. Mereka mengkritik perusahaan yang menghabiskan jutaan dolar untuk membangun infrastruktur, namun meninggalkan jaringan iklan tersebut terekspos secara terbuka.
Pakar keamanan siber mencatat bahwa kasus peretasan billboard sering terjadi akibat kelalaian pengelola dalam mengubah kata sandi bawaan pabrikan. Lembaga Out of Home Advertising Association of America (OAAA) sebelumnya telah mengeluarkan panduan yang mewajibkan pengelola untuk tidak mengandalkan password default demi keamanan. Insiden terbaru ini menjadi pengingat signifikan tentang pentingnya pembaruan keamanan pada perangkat IoT yang terpasang di ruang publik.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Riset NOAA Ungkap: Awan Tropis Mempercepat Pemanasan Global 71% Lebih Cepat dari Prediksi

Saham Intel Anjlok 29%, Investasi Pemerintah AS Rugi Rp 218 Triliun
China Catat Momen Historis: Volume Inferensi AI Melampaui Data Pelatihan
