Rotasi Investasi Global ke Sektor AI Picu Aksi Jual Asing Rp97 Triliun di Bursa RI, AllianzGI: Jangan Pesimistis

- Pergerakan tersebut merupakan bagian dari rotasi investasi internasional besar-besaran menuju sektor teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya di pasar Korea Selatan , Taiwan , dan Amerika Serikat .
- Dalam sesi Media Roundtable di Jakarta pada Senin, Aliyahdin menjelaskan bahwa investor global kini memburu peluang pada perusahaan pembuat cip dan pengembang infrastruktur AI, termasuk pusat data.
- Ia menegaskan bahwa manajer investasi aktif umumnya mengubah komposisi portofolio sebelum terjadi penyesuaian indeks acuan, sementara investor pasif baru bergerak mengikuti indeks yang digunakan.
Presiden Direktur Allianz Global Investors (AllianzGI) Indonesia, Aliyahdin Saugi, mengungkapkan bahwa arus keluar dana asing dari pasar saham nasional yang menembus Rp97,921 triliun hingga akhir Oktober 2026 tidak semata-mata dipicu oleh perubahan indeks acuan global seperti MSCI. Pergerakan tersebut merupakan bagian dari rotasi investasi internasional besar-besaran menuju sektor teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya di pasar Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat.
Dalam sesi Media Roundtable di Jakarta pada Senin, Aliyahdin menjelaskan bahwa investor global kini memburu peluang pada perusahaan pembuat cip dan pengembang infrastruktur AI, termasuk pusat data. Ia menegaskan bahwa manajer investasi aktif umumnya mengubah komposisi portofolio sebelum terjadi penyesuaian indeks acuan, sementara investor pasif baru bergerak mengikuti indeks yang digunakan.
Tekanan IHSG dan Realitas Arus Keluar Modal Asing
Pergeseran minat investasi global ini memberikan tekanan nyata pada pasar modal domestik. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), beberapa indikator utama mencatatkan pelemahan signifikan sepanjang tahun ini:
- Dana asing yang keluar sejak awal 2026 telah melampaui 5 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp90,69 triliun.
- Jual bersih kumulatif investor asing mencapai Rp97,921 triliun hingga 30 Oktober 2026, termasuk jual bersih Rp138,71 miliar pada perdagangan Jumat (30/10).
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam sebesar 7,03 persen pada pekan 26β30 Oktober 2026, anjlok ke level 5.057,05 dari posisi 5.439,26 pada pekan sebelumnya.
Meski menghadapi tekanan jangka pendek, Aliyahdin meminta pelaku pasar untuk melihat pergerakan dana asing dalam konteks perubahan pilihan investasi internasional, bukan sekadar sentimen negatif terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Fundamental Domestik Tetap Solid di Tengah Gempuran Teknologi Global
Di tengah derasnya arus keluar modal asing, Indonesia dinilai tetap memiliki daya tarik investasi yang kuat berkat ukuran ekonomi domestik yang masif dan keberagaman sektor emiten. βKalau melihat Indonesia itu, kita punya segala macam sektor,β ujar Aliyahdin. Keberagaman bidang usaha ini memberi keleluasaan bagi investor untuk menilai saham berdasarkan pertumbuhan laba, valuasi, imbal hasil dividen, serta kemampuan menghasilkan arus kas masing-masing perusahaan.
Selain itu, partisipasi investor lokal menunjukkan tren yang sangat positif. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal mencapai 32,17 juta pada akhir September 2026, melonjak 57,96 persen sejak awal tahun dengan tambahan 1,03 juta investor hanya selama bulan September. Angka ini mencakup berbagai instrumen mulai dari saham, reksa dana, hingga surat berharga negara. Aliyahdin menyimpulkan bahwa keluarnya modal asing bukanlah indikasi kepergian permanen, melainkan dinamika penilaian risiko dan peluang. βTapi apakah kita pesimistik mengenai ini? Tentunya enggak,β tegasnya menutup pembahasan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

LPS Ungkap 25 Juta Penduduk Dewasa Indonesia Belum Miliki Rekening Bank

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar
