Raffi Ahmad Kuatkan Kendali atas VISI, Borong 72,4 Juta Saham Seharga Rp72 Miliar
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

PT Harmoni Semesta Investama, holding company milik selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, memperkuat posisinya di PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) melalui aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Berdasar keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi yang tercatat pada 22 Oktober 2026 ini membuat perusahaan Raffi Ahmad menambah kepemilikan sebanyak 72.434.600 lembar saham, dengan total nilai investasi mencapai Rp72,03 miliar.
Perkaya Kepemilikan dan Perkuat Pengendalian
Aksi korporasi ini mengangkat jumlah saham milik Harmoni Semesta Investama dari 1.901.580.000 menjadi 1.974.014.600 saham. Meskipun persentase hak suara sedikit terdilusi dari 61,85% menjadi 61,77% seiring bertambahnya modal disetor, perusahaan ini menegaskan statusnya sebagai pengendali VISI. Harga eksekusi ditetapkan Rp994 per lembar saham, yang merupakan acuan resmi untuk pelaksanaan penerbitan saham baru.
Dukungan Investor dan Dampak Jangka Panjang
PMTHMETD ini tidak hanya melibatkan pihak terafiliasi, tetapi juga investor strategis lain yang mendukung keberlanjutan bisnis. Total 120.724.400 saham baru dibagi menjadi tiga bagian utama: 72.434.600 oleh Harmoni Semesta Investama, dan 24.144.900 masing-masing oleh PT Atlas Raya Abadi serta PT Trinugraha Thohir Harmoni. Diluncurkannya mekanisme ini pada akhir Oktober 2026, setelah persetujuan RUPS Independen pada 30 September, memperkuat struktur modal VISI yang kini mencapai Rp79,89 miliar. Bagi sektor pasar modal Indonesia, langkah Raffi Ahmad ini merefleksikan tren pelepasan sebagian modal oleh entitas publik untuk pendanaan strategis dengan tetap menjaga kendali keluarga pada perusahaan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Di Tengah Gejolak IHSG, ANTM Disorot: Yield Dividen Potensial Tembus 14% dengan Target Harga Rp5.500

Menteri LH Buka Dugaan Pembakaran Hutan sebagai Sabotase Citra Pemerintah, Telusuri 335 Konsesi Perusahaan

Superbank Catat Lonjakan PBT 376% di Q3-2026, Didorong DPK Naik 79% dan Ekosistem Digital
