Prioritaskan sirkulasi udara dan lahan hijau, Pemkab Sumbawa Targetkan Tender Sekolah Rakyat Mulai Akhir 2026
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Pemerintah Kabupaten Sumbawa , Nusa Tenggara Barat, secara resmi menargetkan proses tender pembangunan Sekolah Rakyat dimulai pada akhir November 2026 menggunakan skema tahun jamak atau multiyears.
- Langkah ini diambil untuk memastikan pembangunan berlangsung secara berkelanjutan dan melampaui satu tahun anggaran, sekaligus mengakomodasi kebutuhan infrastruktur yang kompleks di daerah tersebut.
- Kesiapan lokasi juga dipastikan melalui penyediaan akses jalan yang sudah dipadatkan serta sumber air bersih dari sumur bor yang kualitasnya telah teruji tidak payau.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, secara resmi menargetkan proses tender pembangunan Sekolah Rakyat dimulai pada akhir November 2026 menggunakan skema tahun jamak atau multiyears. Langkah ini diambil untuk memastikan pembangunan berlangsung secara berkelanjutan dan melampaui satu tahun anggaran, sekaligus mengakomodasi kebutuhan infrastruktur yang kompleks di daerah tersebut. Dalam konferensi pers di Sumbawa, Senin, Lalu Suharmaji Kertawijaya, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dasar menjadi kunci percepatan proyek strategis ini.
Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap proyek pendidikan prioritas tersebut, pemerintah daerah telah menyediakan lahan seluas 15 hektare, jauh melampaui kebutuhan kawasan sekolah yang diperkirakan hanya sekitar 10 hektare berdasarkan desain awal. Kesiapan lokasi juga dipastikan melalui penyediaan akses jalan yang sudah dipadatkan serta sumber air bersih dari sumur bor yang kualitasnya telah teruji tidak payau. Penyediaan utilitas dasar ini bertujuan agar kontraktor dapat langsung memulai pekerjaan fisik setelah proses tender dimenangkan, tanpa hambatan logistik atau teknis di lapangan.
Adaptasi Desain Bangunan terhadap Iklim Panas Sumbawa
Tim perencana dan Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, melakukan pembahasan khusus mengenai desain bangunan untuk memastikan rancangan kawasan selaras dengan kondisi geografis dan iklim lokal. Sumbawa mengalami cuaca panas selama sekitar 10 bulan dalam setahun, ditambah lokasi yang berdekatan dengan pantai, sehingga menjadi tantangan utama dalam arsitektur. Oleh karena itu, pemerintah daerah secara spesifik mengusulkan agar bangunan, terutama asrama siswa, tidak didirikan terlalu rapat guna menjaga sirkulasi udara tetap terjaga.
Kutipan dari Suharmaji menegaskan, "Desain bangunan diharapkan jangan dibuat rapat, terutama asrama. Harus dibangun taman agar sirkulasi udara anak-anak terjamin." Komitmen terhadap kenyamanan termal ini diperkuat dengan usulan penyediaan ruang terbuka hijau melalui penanaman berbagai jenis pohon untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sejuk, serta penyediaan fasilitas olahraga berstandar nasional yang akan menjadi aset bersama bagi warga Sumbawa.
Kapasitas 3.000 Siswa dan Fasilitas Standar Nasional
Secara kapasitas, Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung hingga 3.000 siswa yang mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Meskipun demikian, pada tahap awal penyelenggaraan pendidikan, jumlah peserta didik yang diperkirakan diterima adalah sekitar 2.200 orang sesuai rencana yang disiapkan pemerintah. Skema tahun jamak dipilih untuk mengakomodasi kompleksitas pembangunan fasilitas yang mencakup beberapa elemen utama:
- Lahan pembangunan seluas 15 hektare dengan akses jalan dan air bersih yang siap pakai.
- Desain asrama dan bangunan terbuka untuk optimalisasi sirkulasi udara alami.
- Penanaman pohon dan ruang terbuka hijau untuk mitigasi dampak iklim panas.
- Konstruksi lapangan atletik dan sepak bola berstandar nasional yang terbuka untuk pelajar di luar Sekolah Rakyat.
Suharmaji berharap seluruh tahapan, mulai dari finalisasi desain hingga kelengkapan fasilitas pendukung, dapat berjalan sesuai jadwal ketat. Dengan sinergi antara perencanaan teknis yang adaptif dan kesiapan infrastruktur yang matang, Pemkab Sumbawa optimis bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi pusat pendidikan berkualitas yang tidak hanya mendinginkan suhu iklim secara harfiah, tetapi juga menghangatkan masa depan pendidikan bagi ribuan pelajar.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Kemnaker Buka Gelombang Terakhir Registrasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 7, Deadline 11 November

BPS Catat Lonjakan Harga Cabai 23,47 Persen, Ancam Stabilitas Inflasi Pangan Nasional

DKI Hadapi Tantangan Infrastruktur: Dari Darurat Air Angke hingga Akuisisi Lahan Pemprov
