Pramono Anung Genjot Ekonomi Jakarta: Buka 8 Sektor Strategis di Balik Target Kota Global 2045

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memperkuat kolaborasi dengan para investor guna mengejar target ambisius menjadikan Jakarta masuk dalam 20 besar kota global pada tahun 2045. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota Jakarta, pada Senin. Pramono memaparkan bahwa fondasi ekonomi Jakarta tetap kokoh, ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2026 yang mencapai 5,52 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,29 persen.
Salah satu pilar kekuatan ekonomi ibu kota adalah kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Data menunjukkan bahwa DKI Jakarta menyumbang sekitar 16,32 persen dari total PDB Indonesia. Angka ini menjadi sinyal positif bagi para mitra strategis, termasuk perusahaan modal ventura seperti East Ventures, bahwa Jakarta memiliki daya tarik tersendiri bagi penanaman modal luar negeri maupun domestik.
Rincian Sektor Prioritas dan Strategi Perizinan
Dalam rangka memaksimalkan manfaat investasi bagi masyarakat, Pemprov DKI telah merumuskan daftar sektor strategis yang terbuka lebar untuk kerja sama. Fokus utama tidak hanya pada besaran nilai investasi, melainkan juga dampak nyata berupa penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor-sektor prioritas yang ditawarkan meliputi:
- Transportasi terintegrasi dan pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD)
- Pengelolaan air dan sampah serta ketahanan pesisir
- Kendaraan listrik, kesehatan, dan pariwisata
- Infrastruktur digital
Untuk memuluskan masuknya modal ke sektor-sektor tersebut, Pemprov DKI tengah gencarkan peningkatan kemudahan perizinan dan layanan investasi terpadu. Langkah ini diarahkan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kepastian hukum bagi investor yang ingin beroperasi di wilayah ibu kota.
Peran Strategis Ventura dan Proyeksi Dampak Ekonomi
Pramono menilai perusahaan modal ventura memegang peran vital sebagai jembatan yang menghubungkan startup, talenta digital, dan UMKM Jakarta dengan akses permodalan, teknologi mutakhir, serta jaringan bisnis internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. “Kami sangat berharap kerja sama dengan East Ventures ini bisa dilakukan dengan baik-baik. Tentunya kami dengan senang hati membuka diri untuk bisa bekerja sama,” ujar Pramono. Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta ini, Pemprov DKI optimis bahwa peningkatan investasi akan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mengukuhkan posisi Jakarta sebagai pusat bisnis dan investasi regional.
BERITA TERKAIT (Ekonomi)

AIA Syariah Resmi Beroperasi Penuh, Perkuat Ekosistem Asuransi Berbasis Islam di Indonesia

Inflasi Melandai ke 3,23 Persen, Bank Danamon Proyeksikan BI-Rate Stabil di 6,25 Persen hingga Akhir 2026

Cegah Gas Stranded: Pertamina EP Jambi dan PGN Teken Kontrak Rp1,6 Triliun Suplai 5 MMSCFD untuk Industri Sumatra
